Investor institusi PT Bumi Minerals Resources Tbk (BMRS) mendapat jatah 3,128 miliar lembar dalam penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) anak usaha grup Bakrie ini. Jatah ini setara dengan 94,79% dari total saham yang ditawarkan sebanyak 3,3 miliar lembar. Sisanya 5,21% diserap investor ritel.
Demikian disampaikan Executive Director of Investment Bank PT Danatama Makmur, Vicky Ganda Saputra sebagai lead underwriter pelaksanaan IPO BRMS, kepada detikFinance di Jakarta, Senin (6/12/2010)
"Yang saya klasifikasikan adalah ritel dan institusi. Bukan domestik dan asing, karena menurut saya itu sama saja. Ritel dapat 5,21%, instusi 94,79%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penjatahan hanya 20-30% yang mereka order. Ini berlaku (institusi) yang internasional. Untuk lokal kita blended semua," jelasnya.
Dalam penawaran saham selama periode offering tersebut, jumlah pemesanan atas porsi alokasi penjatahan terpusat (pooling)mengalami kelebihan permintaan (oversubsribe) 29,89 kali.
Anak usaha grup Bakrie ini juga menunjuk Danatama Makmur dan Nomura Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Saham (Joint Lead Underwriters). Credit Suisse, JP Morgan dan Nomura Internasional juga berlaku sebagai Internasional Selling Agents.
Sebanyak lebih dari 2.200 investor publik melakukan pemesanan saham BRMS pada harga Rp 635 per lembar. Dimana dalam saham dilekatkan waran dengan rasio 3:2 dan harga pelaksanaan waran Rp 700 per lembar. Jumlah waran sendiri 2,2 miliar lembar.
Sebanyak 3,3 miliar saham perdana ditawarkan perseroan kepada publik atau setara 18,16% dari total saham yang dicatatan. "Dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk lebih memacu pertumbuhan portofolio aset-aset pertambangan mineral BRM secara lebih optimal," ujar Direktur Keuangan BRMS, Yuanita Rohali.
(wep/ang)











































