"Dalam tiga tahun ke depan kami membutuhkan dana US$ 211 juta dari pihak-pihak ketiga untuk konstruksi di Dairi Prima," jelas Direktur Keuangan BRM, Yuanita Rohali, usai listing saham perdana BRMS di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) SCBD, Jakarta, Kamis (9/12/2010).
Perseroan sedang menjajaki beberapa perbankan, strategic partner atau trader sebagai pihak penyedia dana. Tercatat da 4 pihak perbankan yang menawarkan pendanaan, selain 6 pihak strategic partner dan 3 trader. Namun, BRMS belum memutuskan pihak mana yang akan dipilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BRMS secara tidak langsung menguasai 80% saham di proyek Dairi melalui anak usahanya Calipso Investments Pte Ltd yang menguasai 100% saham Herald Resources Ltd. Pemilik 20% saham Dairi lainnya adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Proyek Dairi memiliki kandungan timbal/timah hitam (lead) dan seng (zinc) sebanyak 5,4 juta ton.
Usai mendapatkan izin pinjam pakai di Gorontalo Minerals, perseroan siap menginvestasikan dana US$ 105 juta untuk tahap studi kelayakan dan tahap eksplorasi. "Citra Palu Minerals butuh dana eksplorasi dan visibilities studies sampai 3 tahun ke depan US$ 80 juta," paparnya.
Citra Palu memiliki kandungan emas dengan perkiraan memiliki kandungan sebanyak 2,5 juta ton. BRM memiliki 96,97% di Citra Palu dari pemilik sebelumnya Newcrest Mining pada tahun 2005. BRM menguasai konsesi di atas lahan tambang seluas 138.889 ha.
(wep/ang)











































