Hal ini disampaikan Direktur Keuangan PLN Setio Anggoro Dewo di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Jumat (10/12/2010).
Ia menyebutkan, perseroan masih dalam tahap perhitungan sehingga besaran obligasi dolar masih belum ditentukan. PLN akan menggunakan laporan keuangan Desember 2010 untuk memproses dokumen obligasi ke Bapepam-LK.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana hasil obligasi akan digunakan untuk melengkapi belanja modal perseroan tahun 2011. Tercatat, kebutuhan belanja modal PLN di tahun depan sebesar Rp 60 triliun.
Sebelumnya, Setio mengungkapkan dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk pembangunan transmisi dan pembangkit di beberapa lokasi di tanah air tahun ini sampai awal 2011.
"Kita lagi cek kebutuhan funding dolar atau rupiah yang akan kita ambil supaya enggak kena volatilitas yang tinggi. Pendanaan kita nanti tergantung global market," ucapnya waktu itu.
Hingga semester I-2010, PLN mencatat penurunan laba bersih sebesar 1,89% menjadi Rp 6,146 triliun, dari sebelumnya pada periode yang sama tahun lalu Rp 6,265 triliun. Turunnya laba bersih PLN akibat naiknya beban usaha hingga 11,78% menjadi sebanyak Rp 70,21 triliun.
Sedangkan pada semester I-2009 lalu beban usaha perseroan hanya sebanyak Rp 62,81 triliun.
Selain itu, perusahaan pelat merah itu juga menderita penurunan keuntungan selisih kurs menjadi hanya Rp 1,95 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 3,4 triliun.
(wep/dnl)











































