Data Perdagangan Bikin Wall Street Menghijau

Data Perdagangan Bikin Wall Street Menghijau

- detikFinance
Sabtu, 11 Des 2010 11:09 WIB
Data Perdagangan Bikin Wall Street Menghijau
Jakarta - Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS) menguat menyusul naiknya Indeks S&P 500 ke level tertingginya sejak kejatuhan Lehman Brothers di tahun 2008 lalu. Naiknya saham-saham tersebut memastikan masih adanya tren penguatan tutup tahun nanti.

Seperti dikutip dari Reuteurs, Sabtu (11/12/2010), semua indeks di Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Jumat (10/12/2010), bahkan Indeks Komposit Nasdaq Composite naik sebanyak 8 kali berturut-turut. Nasdaq berada dalam posisi tertinggi sejak tanggal 31 Desember 2007 meski di tengah volume rendah.

Saham-saham sektor industri menjadi pemimpin dalam penguatan bursa Paman Sam. Saham General Electric (GE) naik lebih dari 3% setelah menaikkan dividen untuk kedua kalinya tahun ini. Sehingga S&P indeks sektor industri (GSPI) naik hingga 1,03 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah pada hari perdagangan sebelumnya S&P 500 ada di atas 1.228, indeks akhirnya berhasil menguat dan melebihi posisi tertingginya di jangka waktu antara akhir 2007 sampai Maret 2009. Indeks tersebut sudah dua hari bertahan di atas level tertingginya tersebut.

"Memang ada beberapa hambatan (menuju level tertinggi), jadi bisa ditutup di atas sana dan bertahan, itu pertanda yang bagus," ujar Art Hogan, Kepala Analis Pasar Jefferies & Co di Boston.

Indeks S&P 500 pernah mencoba menembus leve 1.228 pada bulan April dan awal November lalu namun gagal dan malah membuatnya jatuh cukup dalam kala itu.

Menutup perdagangan semalam, Indeks Dow Jones menguat 40,26 poin (0,35%) ke level 11.410,32, Indeks Standard & Poor's 500 naik 7,40 poin (0,60%) ke level 1.240,40. Sementara Indeks Komposit Nasdaq naik 20,87 poin (0,80%) ke level 2.637,54.

Dalam sepekan, ketiganya juga mencetak penguatan. Indeks Dow Jones menguat 0,2%, Indeks S&P 500 naik 1,3%dan Indeks Nasdaq bertambah 1,8$.

Data-data yang pemulihan ekonomi di AS menjadi penggerak dalam kenaikan Wall Street kemarin. Data tersebut menunjukkan perilaku konsumen yang meningkat melebihi perkiraan di awal Desember pasca naiknya harga barang impor yang melaju kencang di bulan November.

Sinyal positif juga datang dari Kementerian Perdagangan AS yang menyatakan neraca perdagangan mengalami defisit yang lebih kecil, lebih dari yang diharapkan pada bulan Oktober lalu.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads