Sejak awal pekan lalu, IHSG terus menguat bahkan meski sempat libur sehari memperingati tahun baru Hijriyah, laju IHSG belum juga terhenti. Namun setelah puncak rekor tertinggi terlewati, IHSG akhirnya terpangkas oleh profit taking di akhir pekan.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
- Senin (6/12/2010), IHSG naik 26,087 poin (0,70%) ke level 3.722.347.
- Rabu (8/12/2010), IHSG menguat 47,646 poin (1,28%) ke level 3.769,993.
- Kamis (9/12/2010), IHSG menguat 16,104 poin (0,42%) ke level 3.786,097
- Jumat (10/12/2010), IHSG melemah 38,383 poin (1,02%) ke level 3.747,714.
"Keinginan IHSG untuk kembali menembus rekor terbarunya pada perdagangan Jumat (10/12) tertahan. Menutup akhir pekan lalu, para investor mengambil kesempatan profit taking setelah indeks menembus rekor. Secara teknikal, IHSG sudah menembus area overbought . Bahkan sebelum libur 1 Muharam pun, IHSG sudah mendekati area ini. Tetapi, masih dipaksa naik hingga area tersebut berhasil ditembus yang akhirnya IHSG tidak kuat melanjutkan kenaikannya," ujar Reza Priyambada, Managing Research Indosurya Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini belum ada indikator teknikal yang memberikan sinyal pembalikan arah atau reversal. Akan tetapi naiknya beberapa harga komoditas dunia seperti batubara, CPO dan timah dunia diharapkan bisa menjadi katalis penggerak IHSG menuju level yang lebih tinggi lagi," ungkap Arifin Hasudungan, Research Analyst Bapindo Sekuritas.
Bursa Wall Street pada akhir pekan lalu ditutup menguat. Pada perdagangan Jumat (10/12/2010), indeks Dow Jones tercatat menguat 40,26 poin (0,35%) ke level 11.410,32. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 7,40 poin (0,60%) ke level 1.240,40 dan Nasdaq menguat 20,87 poin (0,80%) ke level 2.637,54.
Mengawali perdagangan awal pekan ini, bursa Tokyo masih bergerak flat. Indeks Nikkei-225 dibuka naik tipis 0,57 poin (0,01%) ke level 10.212,52.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan hari jumat IHSG ditutup melemah 38 point (-1.01%) dan berada dikisaran 3747, IHSG pada saat ini berada diatas garis MA 5. Asing sendiri melakukan net sell sebesar 431 milliar di pasar regular, dari Stochastic terlihat IHSG melakukan death cross di area overbought dan RSI juga mengalami pelemahan hingga ke garis 50, sehingga jika terjadi rebound RSI keatas garis 50 maka kita dapat melakukan Spec Buy, pada perdagangan hari ini IHSG akan bergerak di kisaran 3700-3779 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain BBNI dan ICBP.
Erdikha Sekuritas:
Setelah dalam beberapa hari menguat, indeks akhirnya mengalami pelemahan 38.38 point menjadi 3747.71 (-1.01%).Β Aksi ambil untung sebagian besar saham-saham unggulan menjadi pemicu pelemahan indeks, selain itu pergerakan bursa global yang cenderung mixed menjadi sentimen negatif bagi indeks. Pergerakan indeks berkonsolidasi pada kisaran 3710-3790. Saham-saham pilihan kami adalah PTBA,WIKA,dan TRUB.
Finan Corpindo Nusa:
Aksi jual investor yang merealisasikan keuntungan setelah IHSG mencapai rekor tertinggi baru menyebabkan indeks ditutup terkoreksi terutama oleh penurunan sektor industri dasar, infrastruktur, dan keuangan. Selain itu, sentimen negatif juga datang dari melemahnya bursa regional menjelang pengumuman inflasi China. Untuk Senin IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan support 3.720 dan resistance 3.780 dimana aksi profit taking masih akan mewarnai bursa Indonesia.
Panin Sekuritas:
IHSG mengalami profit taking pada perdagangan terakhir pekan lalu. Aksi ambil untung dipicu oleh melemahnya bursa regional sehubungan dengan kekhawatiran China akan menaikkan suku bunga. Disisi lain, kami melihat koreksi yang terjadi masih cukup wajar mengingat indeks sebelumnya menembus rekor tertinggi baru. Hari ini kami perkirakan tekanan jual pada saham bluechip masih akan berlanjut. Peluang trading pada saham second liner. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.725-3.776.
Bapindo Bumi Sekuritas:
Pada perdagangan akhir pekan lalu (10/12), IHSG ditutup turun tajam sebesar 38.38 point atau 1.01% pada level 3,747.71, sekaligus membentuk candle bearish belt hold atau bearish reversal patterns. Indikator stochastic menunjukkan IHSG kehilangan momentumnya untuk naik (dead cross) di area jenuh beli yang didukung juga oleh indikator CCI pada kisaran 94 dan mengarah ke bawah yang mengartikan sinyal jual. Sejauh ini belum ada indikator teknikal yang memberikan sinyal pembalikan arah atau
reversal. Akan tetapi naiknya beberapa harga komoditas dunia seperti batu bara, CPO dan timah dunia diharapkan bisa menjadi katalis penggerak IHSG menuju level yang lebih tinggi lagi.
Pada perdagangan hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support 3,705.82 β 3,817.18 resistance.
Saham-saham pilihan hari ini: BRPT, HEXA, PGAS, SMCB, UNVR.
Saham-saham pilihan sepanjang pekan ini: ADRO, BUMI, HEXA, SMCB, UNVR.
Woori Korindo Securities Indonesia:
IHSG pada akhirnya mengalami koreksi setelah menjalani rally selama 6 hari berturut-turut sebelumnya dimana hal ini terdorong oleh kondisi Stochastic Oscilator yang sudah berada pada area overbought yang kemudian diikuti oleh pelemahan pada sisi indikator RSI. Namun kondisi MACD yang masih terlihat menguat menjanjikan peluang penguatan bagi IHSG dalam jangka menengah-panjang. IHSG kemungkinan akan kembali bergantung pada trend pergerakan bursa global dan regional di awal pekan ini dengan kisaran pergerakan IHSG pada level 3.722-3.778. Saham pilihan untuk hari ini yaitu ICBP, MPPA dan MNCN.
Indosurya Securities:
Arah pergerakan IHSG hari ini tergantung dari pembukaan bursa Asia dan berita yang menyertainya. Investor mungkin sementara waktu akan melakukan aksi profit taking melihat harga-harga saham sudah overbought dan menunggu kepastian kenaikan suku bunga China serta kebijakan Jepang untuk menahan laju pertumbuhan ekonomi yang berjalan lebih cepat dari perkiraan. Investor menantikan data penjualan ritel, CPI, dan perkembangan produksi industri di China.
Pada perdagangan Senin (13/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.698-3.723 dan resistance 3.779-3.809. IHSG membentuk candle hanging man dan tercipta pola bearish engulfing sekaligus membentuk siklus V dimana penguatan IHSG telah menyentuh batas tertentu sehingga terjadi reversal koreksi. Penguatan MACD mulai terbatas. RSI gagal melanjutkan menuju area overbought. William's %R, dan Stochastic mulai berbalik arah setelah menembus area overbought.
(qom/qom)











































