Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Fuad Rahmany mengatakan, sebagian besar dari 68 pemesan ganda saham IPO KS ini adalah investor ritel atau individu.
"Sebagian besar pemesan ganda adalah perorangan. Ada juga institusi tapi sedikit," ucap Fuad di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (13/12/2010).Namun Fuad tidak menyebutkan siapa saja 68 pemesan ganda tersebut. Fuad hanya mengatakan, kebanyakan dari mereka adalah investor individu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kasih tahu, yang tidak boleh adalah pemesan ganda, dan juga terafiliasi. Penjamin emisi dan agen penjual. Swasta yang go public juga dilakukan seperti itu, dilakukan audit dan ada pelanggaran," tegas Fuad.
Dari hasil audit yang dilakukan kantor akuntan publik (KSP) juga disampaikan, jumlah pemesan lokal sebanyak 65,08%. Sisanya adalah investor asing. Sedangkan pemesan perorangan mencapai 26,7%. Institusi mencapai 73,3%.
Bapepam juga menemukan 5 perusahaan efek (sekuritas) yang terbukti melanggar proses pemesanan saham IPO KS, karena mereka adalah pihak yang terafiliasi.
Lima sekuritas tersebut secara total membeli 980 ribu lembar atau setara dengan 0,03% dari saham IPO KS. Sayang, Fuad enggan menyebut secara pasti kelima sekuritas tersebut. Ia hanya menyampaikan inisialnya yakni MPI, SS, UKHS, BBS, dan MAS.
Sumber detikFinance menyebut mereka adalah Minnapadi Investama. Samuel Sekuritas, UOB Kay Hian Securities, Bapindo Bumi Sekuritas, dan Masindo Artha Securities. Empat sekuritas ini termasuk dalam 52 broker yang menjadi agen penjual saham IPO KS.
Bapepam siap memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melakukan pelanggaran dalam proses IPO KS tersebut. (wep/dnl)











































