"Jalan TB Simatupang merupakan poros baru ekonomi, dengan aksesnya. Kami masih terus mencari, tapi kami belum beruntung dapat tanah di situ," Direktur & Corporate Secretary CTRP, Arthadinata Djangkar, di Marketing Gallery Ciputra World, Jalan DR Satrio Jakarta, Selasa (14/12/2010).
Perseroan mengincar lahan minimal 7000 meter persegi, untuk tahap pertama pengembangan properti milik grup Ciputra ini. Nantinya, lahan akan dibangun pusat perkantoran dan akan diperjualbelikan atau sewa kepada pihak ketiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pasar properti tahun 2011 masih akan tumbuh bahkan pencapaian melebihi dari tahun ini. Indikasi pertumbuhan adalah optimisme beberapa lembaga keuangan akan ekonomi Indonesia di tahun depan.
"Properti itu hanya gerbong pertumbuhan ekonomi. Market properti meningkat 2010 dan terus sampai dengan tahun depan," tuturnya.
Selain itu, perseroan juga tengah melakukan negosiasi final dengan mitra strategis untuk membangun gedung perkantoran di daerah Slipi, Jakarta. CTRP akan jadi pemilik mayoritas atas proyek tersebut. Sayang, Arthadinata enggan menyebut nilai proyek tersebut.
"Belum bisa disebutkan nilainya. Kita masih terus negosiasi. Tapi kita mayoritas, sekitar 51%. Kalau deal, maka proyek akan dimulai tahun depan," tegas Arthadinata.
Belanja modal di tahun 2011 sendiri, CTRP telah menyiapkan dana Rp 1 triliun. Dimana, Rp 900 miliar digunakan untuk pengembangan Ciputra World Jakarta (CWJ). Sisanya, untuk pembangunan proyek apartemen lain di kav. 11 Jalan DR Satrio.
"Kita masih akan fokus di Jakarta, untuk pengembangan usaha. Kav 11 akan kami buat apartemen," imbuhnya.
Tahun depan, perseroan menargetkan pertumbuhan 15-20% baik pendapatan ataupun laba bersih. Dimana pendapatan tahun ini diperkirakan mencapaiΒ Rp 348 miliar, dengan laba bersih Rp 171 miliar.
(wep/ang)











































