Demikian disampaikan Mantan Menteri BUMN, sekaligus Komisaris Utama PT Telkom Tbk (TLKM), Tanri Abeng dalam talkshow Info Bank di UOB Plaza, Jalan MH Thamrin, Jakarta Selasa (14/12/2010).
"BUMN itu (penjualan saham) belum ada yang bayar utang. Belum terjadi sampai saat ini," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil menjual saham pemerintah, agar cicilan kurang. Tekanan bunga juga berkurang," tuturnya.
Selama ini, reformasi BUMN yang digadang-gadang pemerintah, lanjut Tanri hanya di tingkat birokrasi. Namun dari sisi politik, masih belum banyak berubah.
"Intervensi politik masih terjadi. Hal ini menjadilkan profit (laba) tidak optimal. Pertamina saja Rp 80 triliun, Petronas Malaysia mencapai Rp 200 triliun," ucapnya.
"BUMN harus jadi dewa penyelamat, karena ini untuk kemakmuran rakyat dengan bayar utang. Maka kebijakan ini harus diangkat," imbuhnya.
Sebelumnya, Deputi Bidang Usaha Jasa Kementerian BUMN, Parikesit Suprapto menyebut pihaknya terus melanjutkan provatisasi BUMN, melalui program IPO BUMN Go Publik. Ada 4 strategi yang jadi andalan kementerian, yaitu transparansi budaya kerja, restrukturisasi, privatisasi melalui pasar modal, serta strategic development.
"Restructuring melalui rightsizing untuk mencari jumlah BUMN yang pas. Tidak harus berkurang, bisa saja tambah. Bentuknya holdingisasi, merjer atau likuidiasi. Privatisasi untuk menambah kuat modal company, agar bisa ekspansi. Kita akan lepas, namun kepemilikan negara dijaga di 60%," pungkas Parikesit.
(wep/ang)











































