Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 5,549 poin (0,15%) ke level 3.684,117. Indeks terus melanjutkan pelemahannya sejak penutupan perdagangan kemarin. Pagi tadi, setelah bergerak ragu-ragu, IHSG melemah tipis 5 poin.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 37,722 poin (1,03%) ke level 3.651,944. Indeks terkoreksi di tengah-tengah pelemahan bursa-bursa regional. Minimnya sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri membuat indeks tak kuasa berpindah ke zona hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks diselimuti aksi jual masif pada perdagangan sore hari ini, tidak hanya investor asing, namun investor dalam negeri juga ramai-ramai menjual portfolionya. Saham-saham yang paling banyak dilepas antara lain di sektor perkebunan, konsumer dan finansial.
Bahkan, indeks sempat menyentuh level terendahnya di 3.613,673, anjlok lebih dari 80 poin sejak pembukaan. Aksi beli yang dilakukan menjelang penutupan lumayan menahan kejatuhan bursa.
Perdagangan berjalan ramai dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 134.566 kali pada volume 13,677 juta lembar saham senilai Rp 9,956 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 169 saham turun dan 83 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 1,09 triliun di pasar reguler dan negosiasi. Transaksi pembelian asing (foreign buy) mencapai Rp 5,713 triliun, sementara penjualan asing (foreign sell) sebanyak Rp 6,8 triliun.
Bursa-bursa di Asia mesih tertekan hingga penutupan perdagangan hari ini. Semua berjalan lesu di teritori negatif.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 15,66 poin (0,54%) ke level 2.911,41.
- Indeks Hang Seng anjlok 455,84 poin (1,95%) ke level 22.975,35.
- Indeks Nikkei 225 turun tipis 6,99 poin (0,07%) ke level 10.309,78.
- Indeks Straits Times melemah 27,65 poin (0,87%) ke level 3.149,26.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Petrosea (PTRO) turun Rp 5.000 ke Rp 30.000, Hero Supermarket (HERO) turun Rp 1.200 ke Rp 3.800, Waran Inovisi (INVS-W) turun Rp 1.000 ke Rp 4.000, dan Indospring (INDS) turun Rp 1.000 ke Rp 10.000.
(ang/qom)











































