"Kita sudah terlalu sering. Dulu beberapa pihak setahu saya gitu, Berita, rumor yang kemarin-kemarin. Sekarang ada lagi," ungkap Juru Bicara IIDKM, induk usaha Indosiar Gufron ketika dihubungi di Jakarta, Jumat (17/12/2010).
Kegiatan operasional Indosiar pun tetap berjalan seperti biasa. Dirinya mengaku belum mendapatkan informasi terkait diincarnya saham IDKM oleh jaringan televisi TV5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin Presiden ABC Development Corp, Ray Espinosa, yang memiliki jaringan televisi TV5 berniat membeli saham Indosiar. Pembelian saham Indosiar diharapkan bisa memperluas jaringan bisnis internasional TV5,Β hingga Eropa, Amerika Utara, Timur Tengah dan Jepang.
"Kami akan berpartner dengan Indosiar. Ini akan menjadi investasi TV5. Untuk bisnis global, kami akan membentuk perusahaan internasional melalui joint venture dengan Philippine Long Distance Telephone Co (PLDT). Ini memperluas jangkauan kami secara internasional," tambah Espinosa.
"Kami berencana untuk meluncurkan ini pada kuartal I tahun depan. Jika TV5 akan hadir di kawasan (Asia) melalui investasi di Indosiar," tegasnya eperti dikutip dari ABS-CBNnews.com.
Indosiar dan TV5 sendiri sebenarnya masih 'bersaudara' karena sama-sama dimiliki Grup Salim. Induk Indosiar, PT Indosiar Karya Media Tbk merupakan anak usaha dari kelompok usaha Salim Grup. Komposisi kepemilikan saham di Indosiar adala 27,24% milik Grup Salim melalui PT Prima Visualindo, Citibank Singapore 8,5%, PT Dinamika Usaha Jaya 5,09% dan publik 59,17%.
PLDT sebenarnya juga tak jauh-jauh dari Grup Salim karena tercatat dimiliki oleh First Pacific dan NTT Communications dan NTT Docomo. First Pacific masih terafiliasi dengan Salim, dimana chairman First Pacific Co. Ltd dijabat oleh Anthoni Salim. TV5 tercatat dimiliki dan dioperasikan oleh MediaQuest Holdings Inc., perusahaan induk dari lembaga dana pensiun PLDT.
(wep/qom)











































