IHSG-Rupiah Tertekan Aksi Jual Masif Asing

Ulasan Sepekan

IHSG-Rupiah Tertekan Aksi Jual Masif Asing

- detikFinance
Senin, 20 Des 2010 06:52 WIB
Jakarta - Bursa saham Indonesia pekan lalu mengalami pekan terburuknya dalam 7 bulan terakhir. Dalam sepekan IHSG tercatat melemah sebesar 4.64% dan ditutup pada level 3581,51. Seperti halnya IHSG, Rupiah selama perdagangan pekan lalu juga ditutup melemah 19 pips dan ditutup pada level 9.034 per dolar AS.

Pelemahan signifikan yang terjadi pada IHSG dan Rupiah pekan lalu didorong oleh masifnya aksi jual investor asing di pasar memasuki akhir tahun 2010. Tercatat selama pekan lalu investor asing membukukan transaksi penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2.3 Triliun.
 
Aksi jual investor asing senilai Rp 2,3 Triliun pekan lalu tidak menggambarkan bahwa investor asing telah keluar dari pasar indonesia (sudden reversal), mengingat selama bulan Januari hingga pekan ke dua desember 2010 posisi net buy asing sebesar Rp 29 Triliun. Bahkan selama 2 pekan pertama desember 2010, Investor asing masih mencatatkan pembelian bersih di bursa saham Indonesia senilai Rp 1,82 Triliun.

Rincian aksi asing pada pekan lalu adalah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Senin (13/12): penjualan bersih Rp 397,26 miliar
  • Selasa (14/12/): penjualan bersih Rp 172,12 miliar
  • Rabu (15/12/): penjualan bersih Rp 1,091 triliun.
  • Kamis (16/12): penjualan bersih RP 1,078 triliun.
  • Jumat (17/12): Pembelian bersih Rp 411 miliar.

"Aksi profit taking yang dilakukan oleh investor asing selama pekan lalu terutama terjadi pada saham-saham yang telah mengalami kenaikan yang signifikan selama tahun 2010. Hal tersebut dilakukan investor asing guna mengakumulasi keuntungan yang telah dikumpulkan selama tahun 2010," jelas Muhammad Fikri, analis dari BNI dalam reviewnya, Senin (20/12/2010).

Profit taking yang dilakukan Investor asing selama pekan lalu dipicu oleh sentimen laporan Bank Dunia yang menurunkan proyeksi pertumbuhan Indonesia tahun 2011 menjadi 5,9% dari sebelumnya 6%.

"Selain itu aksi jual investor asing juga didorong oleh kekhawatiran terhadap krisis di Eropa setelah Moody's menurunkan rating utang Irlandia," jelas Fikri.

Ia menambahkan, kondisi yang terjadi pada IHSG pekan lalu bertolak belakang dengan kondisi yang terjadi di bursa Amerika, dimana Indeks S&P 500 pada akhir perdagangan pekan lalu ditutup pada level tertingginya dalam 2 tahun terakhir. Kondisi tersebut terjadi seiring munculnya optimisme investor global terhadap proses pemulihan ekonomi Amerika.

"Pelemahan IHSG yang terjadi ditengah positifnya sentimen makro dunia menunjukkan bahwa aksi jual investor asing tersebut bersifat wajar (technical correction) mengingat IHSG selama tahun 2010 ini telah menguat 45% dan menjadi the best performance Indeks di Asia," jelas Fikri.

Secara fundamental, lanjut dia, pada dasarnya tidak ada alasan yang relevan untuk mengatakan bahwa investor asing telah meninggalkan pasar saham Indonesia. mengingat positifnya outlook ekonomi Indonesia untuk tahun 2011. Seperti diketahui, sentimen positif terbaru datang dari lembaga rating internasional Moody's yang menaikkan outlook perbankan Indonesia dari negatif menjadi stabil.

Moody’s menilai bahwa permodalan dan kinerja perbankan Indonesia semakin tangguh dan diprediksi terus tumbuh hingga 4-6 kuartal ke depan. Kenaikan peringkat ini merupakan suatu hal yang positif dan merupakan tanda-tanda awal dari kenaikan rating Indonesia. Disamping itu Bank Indonesia juga telah memproyeksikan bahwa tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk tahun 2011 berada pada kisaran 6,3-6,5 persen, lebih tinggi dibanding pertumbuhan pada 2010, Sehigga peluang masuknya indonesia ke level Investment Grade tahun depan akan sangat terbuka.

Fikri menilai, koreksi signifikan yang terjadi di bursa saham pekan lalu merupakan peluang bagi investor domestik untuk masuk pada saham-saham dengan fundamental kuat dan harganya telah ter discount cukup besar. Disamping itu investor domestik juga dapat masuk ke pasar diharga murah untuk menjaga momentum penguatan bursa seiring aksi window dressing oleh para hedg fund dan manager Investasi. 

Seperti diketahui bahwa window dressing adalah strategi yang dilakukan oleh para hedg fund dan manager investasi pada akhir tahun dengan melepas asetnya yang merugi dan masuk ke asset yang berfundamental kuat dan masih undervalued.

"Oleh karena itu, pada pekan ini IHSG diprediksi akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat seiring kembali masuknya investor asing ke bursa saham indonesia. Seperti diketahui bahwa investor asing pada perdagangan jumat pekan lalu kembali masuk ke pasar saham dan membukukan pembelian bersih senilai Rp. 411 Miliar," ujar Fikri.

NB: review tidak mencerminkan pandangan institusi


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads