Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
- Senin (13/12/2010), IHSG terkoreksi 55,482 poin (1,49%) ke level 3.692,232.
- Selasa (14/12/2010), melemah tipis 2,566 poin (0,07%) ke level 3.689,666.
- Rabu (15/12/2010), IHSG terkoreksi 31,352 poin (0,85%) ke level 3.658,314
- Kamis (16/12/2010), IHSG anjlok 86,576 poin (2,37%) ke level 3.571,738.
- Jumat (17/12/2010), IHSG naik tipis 9,827 poin (0,27%) ke level 3.581,565.
Setelah terus menerus tertekan akibat aksi jual asing hingga terpuruk hingga di bawah level 3.600, IHSG diprediksi akan mulai rebound meski masih dibayangi oleh tekanan jual asing. IHSG pada perdagangan Senin (20/12/2010) diprediksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat tipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara saham-saham di bursa Wall Street pada perdagangan Jumat (17/12/2010) akhir ditutup beragam. Dari tiga indeks utama, hanya Dow Jones yang 'terpleset' meskipun Presiden AS Barack Obama mengumumkan adanya pemotongan pajak.
Pada perdagangan Jumat, indeks Dow Jones turun 7,34 poin (0,06%) ke level 11.491,91. Sementara indeks S&P500 berhasil naik 1,04 poin (0,08%) ke level 1.234,91. Kemudian indeks Nasdaq memperoleh 5,66 poin (0,21%) ke level 2.642,97.
Bursa Jepang mengawali perdagangan Senin awal pekan ini dengan penurunan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 10,61 poin (0,10%) ke level 10.293,22.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Kresna Sekuritas:
Tekanan jual asing masih menekan pergerakan IHSG. Support 3530 akan menentukan pergerakan IHSG dalam jangka pendek. IHSG diperkirakan masih berkonsolidasi di kisaran 3,530-3,620 dengan TLKM dan SMCB sebagai saham pilihan.
Finan Corpindo Nusa:
Setelah seharian bergerak fluktuatif, IHSG akhirnya ditutup naik tipis dengan saham-saham konstruksi dan perbankan sebagai pendorong penguatan. Ditengah minimnya sentimen positif di pasar investor memilih bersikap wait & see meskipun begitu momentum pelemahan dapat digunakan untuk akumulasi saham-saham berfundamental baik. Untuk Senin IHSG diperkirakan bergerak menguat dengan support 3.540 dan resistance 3.610.
Bapindo Bumi Sekuritas:
Pada perdagangan akhir pekan lalu (17/12), IHSG ditutup naik tipis sebesar 9.83 point atau 0.28% pada level 3,581.57, sekaligus membentuk candle white spinning top atau bullish reversal patterns. Yang menarik pada perdagangan akhir pekan lalu, kenaikan IHSG pada waktu itu disertai dengan buying power yang cukup signifikan. Sehingga secara teknikal IHSG memberikan sinyal indikasi akan mengakhiri penurunan jangka pendeknya.
Sepanjang pekan ini kami memproyeksikan saham-saham sektor konsumer akan mengalami technical rebound serta menjadi market mover dalam menyongsong hari raya Natal dan Tahun Baru yang merupakan momentum ataupun katalis positif bagi saham-saham sektor konsumer. Pada perdagangan hari ini kami memproyeksikan IHSG akan bergerak pada kisaran support 3,507.69 β 3,638.07 resistance dengan kecenderungan menguat.
- Saham-saham pilihan hari ini: BBNI, BUMI, HEXA, SMGR, UNVR.
- Saham-saham pilihan sepanjang pekan ini: BMDN, MEDC, MYOR, UNVR, WIKA.
Indosurya Securities:
Pada perdagangan Senin (20/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.508-3.545 dan resistance 3.610-3.639. Ternyata candle IHSG break and reversal sebelum menyentuh support 1 (3.532) pada perdagangan Jumat (17/12) dengan membentuk bullish harami di posisi bawah. Ini merupakan awal yang bagus untuk bergerak naik. Bila IHSG sedang membentuk pola "W" maka diperkirakan tren kenaikan telah dimulai. Diharapkan pada sisa perdagangan menjelang akhir tahun, IHSG mendapat sentimen positif sehingga terjadi tren kenaikan. MACD masih bergerak melemah. RSI, William's %R, dan Stochastic berusaha reversal menjauhi area oversold. Dengan asumsi pola tren kenaikan akan sama seperti tren kenaikan di awal Desember maka bukan tidak mungkin IHSG di akhir perdagangan tahun ini ditutup mendekati level 3.800.
(qom/qom)











































