Pada perdagangan Senin (20/12/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 13,78 poin (0,12%) ke level 11.478,13. Indeks Standard & Poor's 500 menguat 3,17 poin (0,25%) ke level 1.247,08 dan Nasdaq menguat 6,59 poin (0,25%) ke level 2.649,56.
Saham American Express merosot hingga 3,4% setelah analis Stifel Nicolaus menurunkan peringkat saham perusahaan kartu kredit itu, sekaligus menyoroti dampak aturan baru sektor finansial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada perasaan mungkin ada sejumlah kesempatan di sektor perbankan dan saya kira proposal interchange telah meredamnya," ujar Kalivas seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/12/2010).
Sementara saham Boeing melemah 2,7% menyusul laporan kemungkinan penundaan pengiriman 787 Dreamliner, sehingga bisa mengancam kesepakatan besar dengan Qatar Airlines.
Namun saham-saham sektor energi berhasil meredam kemerosotan indeks saham. Saham energi menguat menyusul melojaknya harga minyak dunia hingga hampir 1%. Saham Chevron naik 0,4%.
Saham Amazon.com membantu Nasdaq berada di teritori positif karena adanya optimisme perusahaan akan mendapatkan keuntungan dari membaiknya musim liburan. Mennurut comScore, penjualan online di AS naik hingga 12% menjadi US$ 27,5 miliar sejauh ini dibandingkan tahun lalu.
Volume perdagangan cukup tipis menjelang berakhirnya perdagangan 2010. Perdagangan hanya sebesar 6,37 miliar lembar saham, dibawah rata-rata perdagangan tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar lembar saham
(qom/qom)











































