Hutama Karya 'Impikan' Izin Go Public di 2011

Hutama Karya 'Impikan' Izin Go Public di 2011

- detikFinance
Selasa, 21 Des 2010 13:05 WIB
Jakarta - PT Hutama Karya (HK) berharap sudah bisa mengantongi izin pelepasan saham perdana ke publik atau initial public offering (IPO) dari pemerintah di 2011. Melalui IPO, perseroan menargetkan memperoleh modal dalam rangka pengembangan usaha anak-anak perusahaan.

"Insya Allah diharapkan tahun 2011 kita dapat mengantongi izin IPO. Setelah izin IPO ada dari pemangku kepentingan, baru kita melakukan action," kata Direktur Utama Hutama Karya S. Subagyono di kantornya Cawang, Jakarta, Selasa (21/12/2010).

Subagyono menambahkan sejatinya perseroan berharap izin IPO keluar pada awal tahun 2011. Sehingga pada akhir tahun depan proses IPO sudah bisa dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai besaran persentase saham HK yang akan dilepas ke publik, Subagyono belum berani menyampaikan secara pasti. Namun jika mengacu dari pengalaman-pengalaman BUMN karya yang sudah lebih dahulu IPO, prosentasi yang dilepas bisa mencapai 35%.

"Sekarang ini kita masih berupaya untuk memperoleh izin. Kita masih masuk long list," katanya.

Ia menjelaskan esensi pentingnya IPO bagi perseroan karena akan membantu menambah modal untuk mengembangkan usaha. Menurutnya dengan modal perseroan saat ini kurang lebih Rp 400 miliar, maka jika menangani proyek hingga Rp 4 triliun, dipastikan masih kurang modal.

Sementara itu Direktur Keuangan Hutama Karya Suparman menambahkan kondisi pasar modal tahun ini dan tahun depan, bahkan di 2012 masih memiliki prospek pasar yang kondusif.

Perseroan berharap tak melewatkan kondisi bursa saham yang masih bergairah dan tepat untuk melakukan IPO.

"Harapan kami kalau kita ngantre dari sekarang. Kita berharap akhir tahun ini sudah siap, sehingga kita dapat kondisi pasar yang kondusif," jelas Suparman.

Ia menuturkan suntikan modal bagi perseroan melalui IPO sangat penting, mengingat sektor konstruksi terus menggeliat. Sejalan berkembangnya jumlah penduduk, peningkatan investasi, bisnis kontruksi akan terus berkembang.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads