"Akan kami mintai keterangan besok. Kita akan panggil," jelas Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (21/12/2010).
Pekan lalu, manajemen melalui Direkturnya, Ronald Nangol menyebut bahwa APOL tidak yakin akan kemampuannya membayar bunga ke-11 sebesar Rp 25,28 miliar, yang jatuh tempo di 18 Desember 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy pun sejatinya telah menduga hal ini, bahwa APOL tidak sanggup melakukan pembayaran bunga obligasi. "Kita ingin update the latest condition. Mereka benar-benar mau berusaha. Yang pentingkan disclose. Komitmen mereka cukup tinggi," paparnya.
Tercatat jumlah kas dan setara kas perseroan per Juni 2010 mencapai Rp 124,305 miliar. Sebenarnya, bisa saja pembayaran bunga obligasi bersumber dari kas APOL, namun menurut Eddy, hal itu tidak bisa langsung dilaksanakan.
"Mungkin kondisi operasional mereka berat, kalau seperti itu. Cashflow kan harus ada buffer, cadangan yang memadai. Kalau operation enggak ada, bahaya juga," tuturnya.
(wep/ang)











































