Demikian disampaikan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (21/12/2010).
"Kalau dilihat chart-nya Desember, transaksinya tipis. Jadi menurut saya ada sesuatu yang ga wajar," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Trigger-nya ada di Pengawasan. Ini perlu kita dalami. Ada sesuatu," paparnya.
Seperti diketahui, saham DSSA telah melonjak secara signifikan dan cenderung tidak wajar. Hari ini, saham DSSA kembali disuspen karena telah mengalami peningkatan sebesar Rp 10.500 atau 139,07%, dari harga penutupan Rp 7.550 pada tanggal 29 November 2010 menjadi Rp 18.050 pada 20 Desember 2010.
Pada perdagangan 16 Desember lalu BEI baru saja mencabut suspensi saham DSSA. Pencabutan dilakukan menyusul suspensi yang diberikan BEI pada DSSA sehari sebelumnya.
Pada 15 Desember lalu, BEI sudah menghentikan sementara perdagangan saham DSSA karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan di perdagangan 14 Desember 2010. Pada hari itu, saham DSSA naik Rp 8.850 dari harga penutupan 29 November 2010 di Rp 7.550 per saham, menjadi Rp 16.400 per saham.
(wep/ang)











































