Demikian disampaikan oleh Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang merupakan Komisaris Utama BPD Jatim Chaerul Djaelani ketika ditemui di sela acara penandatanganan komitmen bersama BPD sebagai bank terkemuka (regional champion) di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (21/12/2010).
"IPO dilakukan untuk kepercayaan diri Bank Jatim, ditargetkan Oktober 2011 dapat dilakukan saat ini menunggu RUPS-nya saja. Pemprov sendiri sudah berikan izin," ujar Chaerul.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"IPO itu agar lebih transparan. Ada opsi IPO itu direncanakan akan melepas 20-25% saham," tuturnya.
Pada bagian lain, Chaerul menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) BPD Jatim akan mencapai Rp 18 triliun di akhir 2010. Saat ini DPK BPD Jatim berada di posisi Rp 17,3 triliun.
"DPK kita tumbuh 25-28% seiring dengan kredit, DPK kita sekarang Rp 17,3 triliun sampai akhir 2010 bisa Rp 18 triliun," tukasnya.
(dru/dnl)










































