Demikian disampaikan Wakil Presiden Direktur perseroan Sudarmo Tasmin dalam paparan publik di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (22/12/2012).
Perseroan menargetkan laba bersih tahun 2011 mencapai Rp 140 miliar, jauh meningkat dari ekspektasi tahun ini yang hanya Rp 40 miliar. Harga beli cassava yang membaik menjadikan produksi tapioka dan glukosa perseroan terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami optimistis tahun depan ketersediaan singkong akan berlimpah sehingga dapat meningkatkan volume produksi kami," tambahnya.
Selama ini, harga cassava mendominasi dari total produksi perseroan. "Jumlahnya mencapai 70% dari total cost component kami," tutur Sudarmo.
Seperti diketahui, pada awal tahun 2010 jumlah panen cassava menurun. Ini menyebabkan harga terus melambung. Karenanya, meski pendapatan perseroan meningkat 15,7% menjadi Rp 1,48 triliun sampai triwulan III-2010, namun tidak diikuti oleh raihan laba.
Laba sampai September 2010 turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sudarmo optmistis tahun depan laba BUDI akan mencapai Rp 140 miliar dengan pendapatan Rp 2,5 triliun.
(wep/dnl)











































