Saham Bank Sokong Wall Street

Saham Bank Sokong Wall Street

- detikFinance
Kamis, 23 Des 2010 06:58 WIB
Saham Bank Sokong Wall Street
New York - Indeks saham di bursa Wall Street kembali ditutup menguat, dengan indeks Standard & Poor's 500 ditutup pada titik tertingginya sejak era kolapsnya Lehman Brothers 2 tahun silam.

Penguatan indeks saham terutama ditopang oleh kenaikan harga saham-saham sektor finansia. Sektor perbankan yang menjadi pusat krisis finansial 2 tahun silam, akhirnya mengalami rebound. Indeks KBW bank tercatat naik 1,9%.

"Sektor finansial unik dalam hal mereka telah menghabiskan 2 tahun terakhir dalam kinerja yang paling bawah," ujar Lawrence Creatura, manajer portofolio Federated Clover Investment Advisors seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/12/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini, sektor finansial sepertinya lebih bisa menjadi investasi ketimbang 18 atau 24 bulan silam karena harganya benar dan beberapa risiko telah hilang," imbuhnya.

Pada perdagangan Rabu (22/12/2010), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 26,33 poin (0,23%) ke level 11.559,49. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 4,24 poin (0,34%) ke level 1.258,84 dan Nasdaq menguat 3,87 poin (0,15%) ke level 2.671,48.

Indeks S&P 500 telah naik dalam 5 sesi terakhir, namun kenaikannya tipis serta dalam volume yang minim. Indeks S&P 500 menguat menjadi 1.255,08, yang merupakan titik tertinggi sejak era bangkrutnya Lehman Brothers pada September 2008. Sepanjang tahun ini, indeks S&P 500 sudah menguat 12,9%, termasuk kenaikan 6,6% selama Desember.

Saham-saham perbankan bergerak menguat. Bank of America naik 3,1%, JPMorgan Chase & Co menguat 2,8% sekaligus memberikan kontribusi besar bagi kenaikan indeks Dow Jones.

Sementara saham-saham energi menguat seiring kenaikan harga minyak mentah dunia hingga 0,7% menjadi US$ 90,48 per barel. Saham Chevron Corp tercatat naik 0,7% ke US$ 89,89.

Namun perdagangan masih tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 6,14 miliar lembar saham, di bawha rata-rata tahun lalu yang sebanyak 9,65 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads