Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah tipis 3,120 poin (0,08%) ke level 3.617,564. Perdagangan berjalan lesu, investor cenderung lakukan aksi wait and see.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (23/12/2010), IHSG melemah 18,292 poin (0,51%) ke level 3.602,392. Sementara Indeks LQ 45 turun 4,621 poin (0,71%) ke level 643,124.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks masih bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini, posisi terendahnya sempat menyentuh level 3.595,953. Sementara posisi tertingginya sempat menembus level 3.626,119.
Mayoritas sektor perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) melemah. Pelemahan tertinggi diderita oleh sektor industri infrastruktur dan diikuti, saham-saham konsumer dan industri dasar. Sektor perdagangan menjadi penopang kejatuhan bursa.
Perdagangan berjalan sepi dengan transaksi di seluruh pasar mencapai 37.371 kali pada volume 1,524 juta lembar saham senilai Rp 1,315 triliun. Sebanyak 71 saham naik, 109 saham turun dan 72 saham stagnan.
Dampak dari kebijakan China menaikan harga BBM menekan Indeks Komposit Shanghai dan menjadi senitmen negatif kepada bursa-bursa regional. Hingga siang ini, rata-rata masih bergerak mixed.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 15,46 poin (0,54%) ke level 2.862,44.
- Indeks Hang Seng naik 38,01 poin (0,16%) ke level 23.083,20.
- Indeks Nikkei 225 melemah 24,05 poin (0,23%) ke level 10.346,48.
- Indeks Straits Times naik 13,48 poin (0,43%) ke level 3.157,79.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 50.800, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 21.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 38.350, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 23.100.
(ang/dnl)











































