Investor sudah tidak sabar untuk merayakan hari Natal sehingga tidak banyak saham yang diperdagangkan. Indeks S&P 500 ditutup melemah, sehingga gagal mengalami penguatan untuk kelima kalinya. Padahal 4 hari sebelumnya sudah menguat cukup tinggi.
Saham-saham perbankan memimpin pelemahan bursa. Aksi ambil untung dilakukan investor terhadap saham-saham tersebut setelah menguat tinggi dalam satu bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Springer Financial Advisor Keith Springer, pasar masih akan bergerak datar hingga akhir tahun ketimbang jatuh secara drastis.
"Pergerakan yang datar masih lebih baik. Nyatanya bisa mengerem laju pelemahan indeks sehingga menjadi pola yang pas untuk bursa saham saat ini," katanya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/12/2010).
Daya beli konsumen naik ke level tertingginya di bulan ini, lebih tinggi dari bulan Juni. Sentimen positif datang jumlah pengangguran yang mulai turun, sebaliknya penjualan rumah di bulan November meningkat di luar perkiraan.
Pada penutupan perdagangan Kamis (23/12/2010) waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial naik 14,00 poin (0,12%) ke level 11.57349. Tapi Indeks Standard & Poor's 500 turun 2,07 poin (0,16%) ke 1,256.77. Sama halnya dengan Indeks Nasdaq turun 5,88 poin (0,22%) ke 2.665,60.
Dalam sepekan, Dow Jones naik 0,7%, S&P naik hingga 1% dan Nasdaq naik 0,9%. Volume transaksi tercatat sangat tipis, paling tipis di tahun ini, hanya 4,5 miliar lembar saham diperdagangkan. Investor sudah tidak sabar menyambut hari Natal.
(ang/ang)











































