Sektor keuangan mencatat nilai emisi Ro 325,33 triliun yang terdiri dari Rp 214,4 triliun atau 65,9% dari penawaran saham dan sisanya, 110,93 triliundari penawaran surat utang obligasi.
Menurut data Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) seperti dikutip detikFinance, Senin (27/12/2010), nilai emisi sektor keuangan itu berarti mengalami kenaikan 14,61% dibandingkan tahun 2009 yang sebesar Rp 277,77 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham sektor lain, yang menopang bergerakkan nilai emisi pasar modal Indonesia adalah perdagangan, jasa dan investasi. Dimana sektor ini mencatat total nilai Rp 104,38 triliun. Sementara sisanya, hanya menyumbang nilai emisi di bawah Rp 100 triliun.
Berikut saham-saham tiap sektor serta nilai emisi, baik saham atau obligasi, sampai dengan pekan ketiga Desember 2010.
- Pertanian (Perkebunan) (28 emiten) : Rp 18,26 Triliun
- Pertambangan (18 emiten) Rp 31,2 Triliun
- Industri Dasar dan Kimia (89 emiten) : Rp 45,77 Triliun
- Aneka Industri (79 emiten) Rp 21,04 Triliun
- Industri Barang Konsumsi (56 emiten) Rp 28,53 Triliun
- Properti dan Real Estate (72 emiten) Rp 52,68 Triliun
- Infrastruktur, Utiliti dan Transportasi (48 emiten) Rp 75,4 Triliun
- Keuangan (178 emiten) : Rp 325,33 Triliun
- Perdagangan, Jasa dan Investasi (134 emiten) : Rp 104,38 Triliun
- Perusahaan Publik (7 emiten) : Rp 1,36 Triliun.
Sementara itu, obligasi dollar AS (global bond) mencapai nilai US$ 105 juta, dengan jumlah emiten sebanyak 2 perusahaan.
(wep/qom)











































