Pada perdagangan Senin (27/12/2010), IHSG ditutup menguat 13,735 poin (0,38%) ke level 3.625,266. Indeks LQ 45 juga menguat 3,483 poin (0,54%) ke level 647,591.
"Meski perdagangan dinilai masih sepi yang terlihat dari berkurangnya volume transaksi dibandingkan sebelumnya, IHSG masih dapat menguat. Selain itu, transaksi juga tercatat naik. IHSG mendapat sentimen positif di tengah pergerakan bursa Asia Pasifik yang juga terlihat sepi dan beberapa diantaranya masih libur bursa," jelas Reza Priyambada, Managing Research PT. Asjaya Indosurya Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Wall Street berhasil menahan kemerosotannya, setelah investor sempat merespons negatif kejutan dari China yang menaikkan suku bungannya secara tidak terduga pada akhir pekan lalu.
Pada perdagangan Senin (27/12/2010), indeks Dow Jones industrial average ditutup melemah 20,73 poin (0,18%) ke level 11.552,76. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 0,74 poin (0,06%) ke level 1.257,51 dan Nasdaq menguat 4.25 poin (0,16%) ke level 2.669,85.
Sementara Bursa Jepang mengawali perdagangan Selasa ini dengan penurunan tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 25,98 poin (0,25%) ke level 10.330,01.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Pada perdagangan awal minggu IHSG ditutup menguat 13 point (+0.38%) dan ditutup dikisaran level 3625, jika kita lihat pada perdagangan hari senin ternyata value transaksi dibawah rata2 hanya berkisar 1.8T hal ini memperlihatkan bahwa banyak investor yang telah memasuki musim liburan sehingga perdagangan menjadi sepi, dan asing hanya mencatat net buy sebesar 20 milliar, pada perdagangan hari ini kita perkirakan IHSG juga masih sepi sehingga IHSG masih akan berada dalam kisaran 3600-3660 dengan saham yang dapat diperhatikan antara lain PTPP, IDKM, CPIN dan AKRA.
Panin Sekuritas:
IHSG cenderung bergerak mixed meski kemarin berhasil ditutup menguat. Minimnya sentimen positif, kekhawatiran akan meningkatnya inflasi diatas ekspektasi, serta faktor kenaikan suku bunga China membuat investor menahan aksi beli menjelang penutupan tahun ini. Kami melihat indeks akan cenderung bergerak konsolidasi pada kisaran support-resistance 3.600-3.650.
Kresna Sekuritas:
IHSG kembali berkonsolidasi dengan volume yang rendah menjelang akhir tahun. IHSG diperkirakan masih akan mencoba menguat dengan bergerak di kisaran 3590-3670 dengan TLKM dan SMCB sebagai saham pilihan.
Finan Corpindo Nusa:
Setelah seharian bergerak fluktuatif IHSG akhirnya ditutup menguat tipis dengan saham ASII dan sektor pertambangan membukukan kenaikan terbesar. Untuk Selasa IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat dengan support 3.600 dan resistance 3.640. Aktivitas perdagangan masih akan berjalan flat menjelang libur Tahun Baru.
Indosurya Securities:
Pada perdagangan Selasa (28/12) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.593-3.610 dan resistance 3.630-3.645. Candle mulai menunjukkan pembalikan arah setelah membentuk kembali candle hammer . Hal ini mengindikasikan berkurangnya kekuatan daya jual yang hendak menekan harga pasar. MACD masih mencoba untuk reversal dengan histogram yang semakin pendek. RSI, William's %R, dan Stochastic pelan-pelan mulai meninggalkan area oversold. Meski belum terlihat adanya tren penguatan namun, secara perlahan IHSG mulai rebound dari pelemahannya. Selain itu, meski di sisa akhir tahun ini tidak dapat menguat kencang karena kemungkinan transaksi mulai sepi namun, setidaknya investor masih berharap akan adanya kenaikan kembali IHSG jelang tutup tahun ini.
(qom/qom)











































