Meneropong Rekor IHSG di Tahun 2011

Meneropong Rekor IHSG di Tahun 2011

- detikFinance
Selasa, 28 Des 2010 14:12 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus tumbuh sampai akhir tahun depan, meskipun pada periode 2010 telah peningkatan 39,3% ke level 3.531,2 sampai November. Berdasarkan proyeksi indeks bahkan akan mencapai level baru 4209 di 2011.

Demikian disampaikan AnalystΒ  PT Samuel Sekuritas Indonesia, Adrianus Bias Prasuryo di kantornya, Menara Imperium, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (28/12/2010).

Berdasarkan equity market outlook 2011, perseroan menyampaikan dengan menggunakan pendekatan bottom-up, target indeks hingga akhir tahun depan mencapai 4209. Ini mentranslasikan Rasio Price to Earning (PER) 16.7 kali dan pertumbuhan EPS 18,2%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memperkirakan pertumbuhan laba terbesar akan disumbang oleh sektor komoditas, seiring mulai menguatnya harga komoditas dunia. Utamanya CPO dan batubara," bunyi riset tersebut.

IHSG, dari sisi valuasi, masih diperdagangkan dengan Price Earning (PE) 14,3 kali. Relatif lebih mahal dibandingkan dengan rata-rata historis 5 tahun, yakni 13,15 kali, namun masih lebih rendah dari level tertinggi di 16,9 kali.

"Kami melihat bursa Indonesia masih pantas diperdagangkan premium, seiring ekspektasi kenaikan rating menjadi investment grade di 2011. Yang mendasari hal ini adalah raio ROE yang mencapai 34%, tertinggi di kawasan regional Asia dan rasio Price/Earning to Growth (PEG), yang lebih rendah hanya 0,6 kali," paparnya.

Kuatnya pertumbuhan domestik Indonesia, yang disampaikan perseroan mencapai 6,6% di 2011, masih menjadi katalis utama penguatan IHSG. Beberapa sektor industri yang menjadi proxy kekuatan ekonomi domestik, seperti penjualan kendaraan, serta konsumsi semen domestik yang tumbuh pesat tahun ini dan berlanjut di 2011.

"Terlebih pemerintah berencana kembali mendorong pengembangan infrastruktur di 2011 dengan berencana menaikkan anggaran belanja infrastruktur sebesar 15% menjadi Rp 125 triliun dan menyiapkan RUU pembebasan lahan," jelasnya.

"Hal lain yang menjadi katalis penguatan bursa Indonesia menurut kami adalah berlanjutnya penguatan harga komoditas dunia, utamanya batubara dan CPO. Kami
merekomendasikan saham-saham berorientasi domestik yang akan diuntungkan oleh tingginya pertumbuhan GDP dan rendahnya suku bunga," imbuhnya.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads