Berdasarkan laporan eksplorasi, saat ini 9 konsesi tersebtu memiliki cadangan batubara kurang lebih sebesar 116 juta Metrik Ton dan sumber daya batubara sebesar 3,8 miliar metrik ton.
Konsesi-konsesi tersebut secara strategis berlokasi berdampingan dengan tambang Tabang milik Bayan group yang telah berproduksi saat ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengantisipasi akuisisi ini akan selesai pada akhir triwulan I-2011, mengikuti selesainya proses uji tuntas dan persetujuan para pemegang saham," ujar Corporate Secretary Bayan, Jenny Quantero dalam siaran persnya, Rabu (29/12/2010).
Bayan juga menandatangani conditional agreement untuk menginjeksi 9 konsesi tersebut kepada Kangaroo Resources Limited (KRL), sebuah perusahaan publik asal Australia. Dengan injeksi itu, KRL akan mengeluarkan saham-saham baru dalam jumlah yang akan membuat Bayan menjadi pemegang saham mayoritas dan pengendali pada KRL.
"Transaksi-transaksi ini sejalan dengan strategi Perseroan, yaitu berkembang melalui akusisi dan ekspansi sumber daya ketika disaat yang bersamaan juga mengembangkan infrastruktur yang signifikan dan melaksanakan sinergi operasi," ujar Eddie Chin, Direktur Utama Bayan.
(qom/qom)











































