Jasa Marga Yakin Raup Laba Lebih dari Rp 1 Triliun di 2010

Jasa Marga Yakin Raup Laba Lebih dari Rp 1 Triliun di 2010

- detikFinance
Kamis, 30 Des 2010 11:53 WIB
Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) meyakini bahwa laba bersih sampai akhir tahun 2010 melebihi Rp 1 triliun, atau melampaui pencapaian tahun sebelumnya, Rp 922 miliar. Hingga triwulan III-2010 saja, laba BUMN jalan tol ini sudah mencapai Rp 960 miliar.

Demikian disampaikan Direktur Utama JSMR, Frans Sunito dalam jumpa pers akhir tahun, di kantornya, Taman Mini Jakarta, Kamis (30/12/2010).

"Akan lebih dari Rp 1 triliun, tapi kepastiannya harus menunggu audit. Namun yang sudah resmi kami sampaikan kuartal III, Rp 960 miliar. Full Year (FY) 2009, Rp 922 miliar," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan laba tahun ini disumbang oleh pendapatan usaha JSMR yang diprediksi mencapai Rp 4,3 triliun. Pendapatan perseroan akan naik 17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Volume jalan tol sampai akhir tahun akan mencapai 960 juta kendaraan," jelas Frans.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2010 seharusnya ada 2 ruas tol yang sudah beroperasi. Yakni, tol Semarang-Ungaran sepanjang 11 km, (seksi I Semarang-Solo) dan juga Surabaya-Mojokerto seksi I (Waru-Sepanjang) seluas 2,5 km.

"Harusnya sudah beroperasi dua ruas tol. Tapi mudah-mudahan operasi sudah dijalankan Januari 2010," tambahnya.

Sementara untuk pendapatan usaha tahun depan, JSMR membidik nilai Rp 4,8 triliun, atau meningkat 11% dari akhir tahun 2010. Pendapatan usaha disumbang oleh volume kendaraan yang melintas di seluruh jalan tol milik Jasa Marga, sebanyak 1 miliar kendaraan.

Sampai dengan September 2010, pendapatan perseroan mencapai Rp 3,2 triliun, dengan pencapaian laba bersih Rp 960,5 miliar. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, peningkatan pendapatan usaha didukung oleh kenaikan tarif tol dan juga kenaikan trafik kendaraan di tol sebesar 3,28%.

Selain itu, pendapatan usaha pada kuartal III-2010 juga disumbang dari ruas Jalan Tol Bogor Ring Road Tahap I (Sentul-Kedunghalang 3,8 km) yang sudah dioperasikan sejak tanggal 23 November 2009.

Seperti diketahui, pada pertengahan tahun JSMR mendapatkan kenaikan tarif untuk dua ruas tol yaitu Jakarta-Cikampek dan jalan tol Prof. Dr. Ir. Sedyatmo. Sementara pada triwulan III-2011, perseroan juga kembali menaikkan tarif tol di 11 ruas. Kenaikan, kabarnya, berada di kisaran 10-11%.

"(Kenaikan) ini memang sesuatu yang berkala. Jika tahun genap kita ada dua ruas yang meningkat, maka di tahun ganjil ada 11 ruas, kecuali Jakarta-Cikampek dan tol Sedyatmo. Kenaikannya mengikuti kenaikan inflasi tahun depan, kita masih tunggu," imbuh Direktur Keuangan Reynaldi.

(wep/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads