Demikian disampaikan dalam siaran pers yang diterbitkan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) seperti dikutip detikFinance, Kamis (30/12/2010).
Peningkatan kapitalisasi pasar terjadi seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melonjak sejak akhir tahun lalu. Pada periode perdagangan 29 Desember 2010 IHSG ditutup di level 3.699,22 naik 45,96% dari posisi akhir 2009 sebesar 2.534,36.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, sejak awal Januari hingga 29 Desember 2010 total nilai transaksi pasar modal mencapai Rp 1.249,27 triliun. Sepanjang tahun 2010, nilai transaksi meningkat 28,1% dari tahun sebelumnya, Rp 975,21 triliun.
Nilai transaksi pasar tahun 2010 disumbang oleh transaksi harian rata-rata yang mencapai Rp 5,12 triliun, atau meningkat dari tahun sebelumnya Rp 4,05 triliun.
Jika dilihat dari nilai bersih transaksi saham yang dilakukan investor asing (net inflow of foreign capital), tercatat sepanjang tahun 2010 mencapai Rp 26,74 triliun. Transaksi ini meningkat dari tahun sebelumnya, Rp 13,78 triliun.
Transaksi Obligasi
Sementara itu, berdasarkan data sistem penerimaan laporan transaksi efek (PLTE), total pelaporan transaksi obligasi sepanjang periode 4 Januari-28 Desember 2010 juga mengalami peningkatan. Dimana dalamnya disebut nilai Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 1.497.805,18 miliar. Ini terdiri dari obligasi negara (FR&VR), ORI, SPN, dan SBSN.
Nilai transaksi SUN mencapai Rp 1.465.267,35 miliar, Sukuk Negara (IFR) Rp 12.690,54 miliar, obligasi negara ritel Rp 65.856,5 miliar. Kemudian disusul Sukuk Ritel (SR) Rp 19.847,28 miliar, Obligasi Korporasi Konvensional Rp 86.658,55 miliar dan Obligasi Syariah & Sukuk Korporasi Rp 2.097,45 miliar. Dan terakhir Efek Beragun Aset (EBA) mencapai Rp 174 miliar.
(wep/qom)











































