Demikian disampaikan Direktur Utama KPEI Hoesen dalam laporannya seperti dikutip detikFinance, Jumat (31/12/2010).
Ia mengatakan, dari total fasilitas Intraday Rp 11,070 triliun, rata-rata harian penggunaannya baru mencapai Rp 123,003 miliar. Namun transaksi Intraday pernah berada di angka tertinggi Rp 575 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peran dan fungsi KPEI, lanjut Hoesen sebagai Central Counterparty di pasar modal Indonesia. Untuk itu KPEI telah mengembangkan sistem eCLEARS untuk mendukung kelancaran proses penyelesaian transaksi bursa dengan konsep yang disebut 'continuous settlement'.
"Dengan diimplementasikannya sistem ini sejak 5 Agustus 2010 proses penyelesaian transaksi bursa dengan sistem 'continuous settlement' diharapkan dapat menjadi lebih efisien dan efektif bagi anggota kliring (AK)," ucapnya.
Sistem 'continuous settlement' yang telah berjalan membawa bukti nyata, bahwa terjadi peningkatan rata-rata instruksi penyelesaian transaksi bursa sebelum pukul 11.00 WIB yang mencapai 95% dari sebelum implementasi 75% dari jumlah instruksi yang jumlahnya 7.280.
Selain itu, sistem ini juga lebihΒ meningkatkan likuiditas transaksi di BEI. "Pelaksanaan 'continuous settlement' diperlukan dukungan pembiayaan dalam bentuk fasilitas Intraday yang diperoleh dari sejumlah bank pembayaran kepada KPEI, dengan tujuan dapat segera memenuhi hak terima dana anggota kliring yang telah menyelesaikan seluruh kewajiban serah efeknya tanpa harus menunggu terlebih dahulu penyelesaian kewajiban serah dana dari anggota kliring lainnya," tegas Hoesen.
Tingginya minat penggunaan fasilitas Intraday tentu sangat bergantung pada broker-broker yang dapat menyerahkan sahamnya kepada KPEI.
"Saat ini, terdapat tiga bank pembayar yang memberikan fasilitas Intraday kepada KPEI, Bank Mandiri sejumlah Rp1 triliun, Bank Permata sejumlah Rp200 miliar, dan Bank CIMB Niaga sejumlah Rp290 miliar," tuturnya.
"Mengingat volume dan transaksi yang semakin meningkat, kebutuhan akan penggunaan fasilitas Intraday tersebut diperkirakan juga akan terus meningkat. Untuk mengantisipasi hal itu KPEI juga tengah menjajaki untuk mendapatkan atau memperoleh fasilitas Intraday lainnya dari Bank Central Asia (BCA) sebagai salah satu bank pembayar dengan nilai kurang lebih sebesar Rp300 miliar," imbuh Hoesen.
(wep/qom)











































