Analis Pasar Modal eTrading Securities, Muhammad Wafi mengatakan aksi korporasi Bank Mandiri ini tentu saja akan berpengaruh terhadap harga saham induknya dimana kecenderungan harga saham induknya akan bergerak mendekati harga right-nya. Setidaknya sampai dengan dengan tanggal Ex-Right yang akan jatuh pada tanggal 8 Februari 2011 untuk pasar reguler.
"Harga wajar setelah right issue akan berada dikisaran Rp7,009 β Rp7,743 per lembar sahamnya. Ini dengan menggunakan price to book value setelah right 3.41. Tergantung juga akan skenario masing β masing harga right-nya. Selain itu dapat dilihat pula bahwa semakin tinggi harga eksekusi right-nya, maka semakin besar pula harga bukunya sehingga semakin tinggi pula harga wajarnya dan hal ini tentu saja akan semakin menguntungkan," jelas Wafi dalam hasil risetnya yang dikutip detikFinance Minggu (02/01/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, setelah rights issue ini maka akan proporsi kepemilikan masyarakat dari 33.32% menjadi 40%, sementara Negara Republik Indonesia selaku pemegang saham lama sudah menyatakan tidak akan mengeksekusi right-nya, oleh karenanya akan terdilusi dari 66.68% menjadi 60%.
Dalam right issue ini Bank Mandiri berencana melepaskan dua miliar lembar saham kepada pemegang saham lama dengan ketentuan 8,985 pemegang saham lama berhak atas 1,000 saham baru atau 8,985 : 1,000. Dana dari right issue ini rencananya akan digunakan oleh Bank Mandiri untuk memperkuat struktur permodalan yang kemudian akan digunakan untuk pengembangan usaha dan pertumbuhan kredit.
"Harga eksekusi right issue ini dipatok dikisaran Rp4,100 - Rp6,150 per lembar saham, yang berarti bahwa setelah right issue ini Bank Mandiri akan mendapat tambahan dana segar sedikitnya Rp9.3 triliun dan paling banyak Rp14.4 triliun," terangnya.
(dru/dru)











































