Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melanjutkan penguatan sejak pagi tadi, ditutup menguat 28 poin. Pengumuman data inflasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tidak terlalu mempengaruhi laju kenaikan indeks.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik 19.946 poin (0,54%) ke level 3.722,458. Lantai bursa mulai kembali bergairah setelah di akhir tahun lalu volume perdagangannya lumayan tipis.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Senin (3/1/2011), IHSG menguat 28,089 poin (0,76%) ke level 3.731,601. Sementara Indeks LQ 45 naik 6,983 poin (1,06%) ke level 668,361.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir semua sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencetak penguatan. Penguatan tertinggi diraih oleh saham-saham di sektor industri pertambangan yang secara kumulatif naik hingga 3%.
Sementara sektor industri finansial dan aneka industri mengalami pelemahan sehingga sedikit menahan laju penguatan bursa di siang hari ini.
Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di level 3.738,589. Sementara posisi terendahnya di level 3.704,441 tepat pada saat pembukaan bursa.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 52.393 kali pada volume 2,531 juta lembar saham senilai Rp 2,415 triliun. Sebanyak 107 saham naik, 80 saham turun dan 70 saham stagnan.
Bursa-bursa regional masih bergerak mixed hingga siang ini dengan rata-rata berjalan di teritori positif. Sementara bursa Jepang masih berada di zona merah akibat pelemahan nilai tukar Yen.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Hang Seng melesat 312,32 poin (1,36%) ke level 23.347,77.
- Indeks Nikkei 225 turun 115,62 poin (1,12%) ke level 10.228,92.
- Indeks Straits Times melonjak ke 37,66 poin (1,18%) level 3.227,70.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 2.250 ke Rp 53.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 41.100, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 650 ke Rp 26.850, dan Multibreeder (MBAI) naik Rp 600 ke Rp 15.950.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Adira Multifinance (ADMF) turun Rp 300 ke Rp 11.700, Astra Internasional (ASII) turun Rp 250 ke Rp 54.300, Fajar Surya (FASW) turun Rp 200 ke Rp 2.675, dan Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 150 ke Rp 13.800.











































