Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG langsung naik 19.946 poin (0,54%) ke level 3.722,458. Lantai bursa mulai kembali bergairah setelah libur panjang akhir tahun.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menguat 28,089 poin (0,76%) ke level 3.731,601. IHSG tidak banyak bergerak, apalagi setelah Badan Pusat Statistik secara tidak terduga mengumumkan angka inflasi sebesar 6,96% atau hampir mendekati 7% dan melampaui target pemerintah 6%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks terus bergerak di zona positif sepanjang perdagangan, sejak pembukaan sampai penutupan sesi I. Investor mulai memburu saham-saham yang sempat ditinggalkan sepanjang perdagangan akhir tahun lalu.
Posisi tertinggi yang bisa diraih indeks hari ini di level 3.738,589. Sementara posisi terendahnya di level 3.704,441 tepat pada saat pembukaan bursa.
Namun laju penguatan indeks sedikit tertahan mendekati penutupan. Beberapa investor memanfatkan momentum naiknya indeks ini dengan melakukan aksi ambil untung sehingga laju kenaikan IHSG sedikit melambat.
Beberapa saham yang banyak dilepas oleh investor antara lain berada di sektor industri finansial, dan aneka industri. Saham-saham di sektor industri tersebut akhirnya melemah dan menjadi pengganjal laju penguatan indeks.
Sektor industri pertambangan masih menjadi pemimpin dalam penguatan bursa hari ini, dengan mencetak kenaikan lebih dari 4%. Sisanya menyusul sektor komoditas dan industri dasar yang juga mencetak penguatan.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 101.733 kali pada volume 4,653 juta lembar saham senilai Rp 4,989 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 92 saham turun dan 67 saham stagnan.
Bursa-bursa regional pun merekah di sore hari ini. Beberapa bursa masih belum melakukan perdagangan di tahun 2011 ini.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Hang Seng melesat 400,60 poin (1,74%) ke level 23.436,05.
- Indeks Straits Times naik 45,01 poin (1,41%) ke level 3.235,05.
- Indeks Kospi menguat 19,08 poin (0,93%) ke level 2.070,08.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 1.500 ke Rp 11.000, Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 16.050, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 250 ke Rp 13.700, dan Bank Danamon (BDMN) turun Rp 200 ke Rp 5.500.
(ang/qom)











































