Data dari Amerika Serikat, Eropa dan China menunjukkan aktivitas manufaktur yang semakin membaik, sehingga memicu investor untuk kembali menyuntikkan dana-dana baru ke pasar.
Hal itu langsung membuat indeks Dow Jones dan S&P menyentuh titik tertinggi barunya dalam 2 tahun terakhir, sementara Nasdaq 100 ditutup pada titik tertingginya dalam 10 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, saham-saham terkena 'January Effect' ketika pada fund manager tidak lagi berhubungan dengan window dressing akhir tahun dan memilih fokus pada saham-saham yang mereka nilai menarik.
"Banyak uang tunai, banyak uang di pasar surat utang yang akan keluar dari obligasi dan ini semata-mata alami dengan perbaikan ekonomi, maka akan mencari jalannya ke pasar saham," ujar Stephen Massocca, managing director Wedbush Morgan seperti dikutip dari Reuters, Selasa (4/1/2011).
Sejumlah analis juga mengatakan, secara historis, penguatan pada hari pertama perdagangan akan baik bagi kinerja perdagangan sepanjang tahun.
Menurut Birinyi Associates Inc, berdasarkan data sejak tahun 1945, jika S&P 500 menguat pada hari pertama perdagangan, maka akan berakhir dengan kenaikan 74% hinga akhir perdagangan, dengan rata-rata gain tahunan sebesar 10,6%.
Jika saham-saham berakhir lebih tinggi pada Januari, maka indeks akan lebih tinggi 73 sepanjang tahun tersebut, berdasarkan data sejak tahun 1929 seperti disampaikan analis Standard & Poor's Howard Silverblatt.
Salah satu data positif yang berhasil mendongkrak perdagangan adalah sektor manufaktur AS yang tumbuh untuk 17 bulan berturut-turut pada Desember. Sementara belanja konstruksi meningkat selama November ke titik tertingginya sejak Juni.
Perdagangan di hari pertama 2011 cukup moderat dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 7,7 miliar lembar saham.
(qom/qom)











































