Demikian disampaikan Direktur Marketing Bahan TCW, Rukmi Proborini kepada detikFinance di Jakarta, Kamis (6/1/2011).
"Tahun ini dana kelolaan kurang lebih tumbuh 25% dari catatan sampai 30 Desember Rp 18,1 triliun. Rp 18,1 triliun ini lebih baik 37% dari dana kelolaan 2009," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saham tahun ini return-nya bisa sekitar 18-20%. Hampir sama dengan GDP 10 tahun. Memang tidak sebesar tahun lalu, yang mencapai 40%," jelas Umi.
Nasabah perseroan, sampai saat ini masih didominasi oleh institusi, dengan porsi mencapai 75%. Dimana penempatan di saham masih dominan. "Sisanya, di-drive oleh unit link," tambahnya.
Investasi pada perusahaan non listed melalui private equity fund juga menjadi opsi Bahana TCW. Terlebih saat harga saham dan obligasi dianggap mahal, sementara bunga obligasi terjaga rendah.
Keuntungan berinvestasi di private equity fund adalah dividen. Selain itu, ada potensi keuntungan yang lebih besar saat bisnis perusahaan dilepas ke pasar modal sebagai perusahaan publik.
(wep/ang)











































