Demikian disampaikan Direktur Utama PT Timah Tbk, Wachid Usman, di kantor Kementerian ESDM, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (6/1/2011).
"Produksi hampir sama dengan tahun lalu, karena kondisi, 39 ribu ton," jelas Wachid.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanyakan persiapan belanja modal tahun ini, Wachid enggan mengungkapkan. Pasalnya, rancangan anggaran masih memerlukan persetujuan dari Dewan Komisaris, dan kemudian diserahkan kepada Kementerian BUMN.
"Belum. Masih di Dewan Komisaris. Nanti pada saatnya akan disampaikan," ujar Wachid.
Perseroan juga masih terus menjajaki untuk mengakuisisi tambang batubara, sebagai bagian dari usaha mendiversifikasikan tambang yang dimiliki persiapan. Saat ini proses due dillegence terus dilakukan pada beberapa perusahaan tambang, yang salah satunya berlokasi di Sumatera bagian Selatan.
Rencana akuisisi dilakukan untuk mengatisipasi cadangan batubara di anak usaha perseroan, PT Tanjung Alam Jaya, yang mulai menipis dan akan habis dalam kurun waktu 2-3 tahun ke depan. Perusahaan yang memiliki cadangan batubara 20 juta ton, yang diminati perseroan untuk diakuisisi.
"Masih terus kita lakukan. Masih due dilligence," ucapnya.
(wep/dnl)










































