Target Penjualan Ritel Meleset, Wall Street Merosot

Target Penjualan Ritel Meleset, Wall Street Merosot

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 07 Jan 2011 09:18 WIB
Target Penjualan Ritel Meleset, Wall Street Merosot
Jakarta - Bursa Wall Street di Amerika Serikat (AS) tertekan akibat data negatif penjualan ritel serta naiknya nilai tukar dolar AS. Invetsor juga masih menunggu data pengangguran di bulan Desember lalu.

Setelah Indeks S&P 500 mengalami kenaikan sampai 8 persen sejak awal desember, invenstor tampaknya punya alasan untuk menjual sahamnya jika data pengangguran ternyata memburuk di luar perkiraan.

"Jika angka tenaga kerja besok tidak sesuai harapan, maka akan terjadi koreksi sesuai dengan yang sudah kita perkirakan," kata wakil presiden KDV Wealth Management Paul Radeke di Minneapolis seperti dikutip dari Reuters, Jumat (7/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor berharap angka penggangguran turun menjadi 9,7 persen dari sebelumnya 9,8 persen pada bulan desember. Penjualan beberapa perusahan ritel besar tidak sesuai target, sehingga menekan saham-saham konsumer.

Seperti saham Target Corp turun 6,8% menjadi US$ 54,91 dan Gap Inc turun 6,9% menjadi US$ 20,70. Indeks S&P ritel terkoreksi 1,6% sementara S&P consumer dicretionary sector turun 0,7%.

Pada penutupan perdagangan Kamis (6/1/2011), Indeks Dow Jones Industrial turun 25,65 poin (0,22%)ke 11.697,24. Indeks Standard & Poor's turun 2,71 poin (0,21%) ke 1.273,85. Sementara Nasdaq Composite Index naik 7,69 poin (0,28%) ke 2.709,89.

(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads