Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 79 poin akibat maraknya aksi ambil untung. Dengan pelemahan tersebut sebanyak 184 saham turun, mau tidak mau indeks dipaksa kembali ke level 3.600.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 16,678 poin (0,45%) ke level 3.719,579. Indeks belum mampu mencetak penguatan dan masih terpaksa melanjutkan pelemahan.
Pada penutupan perdagangan Sesi I, Jumat (7/1/2011), IHSG anjlok 79,142 poin (2,12%) ke level 3.657,115. Sementara Indeks LQ 45 turun 18,264 poin (2,75%) ke level 647,819.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh sektor industri di Bursa Efek Indonesia (BEI) terkoreksi. Pelemahan paling besar diderita oleh saham-saham finansial, infrastruktur, dan aneka industri yang melemah lebih dari 2%.
Tekanan jual tidak hanya melanda saham-saham unggulan, namun juga sudah merambah ke saham-saham lapis kedua dan ketiga. Volume transaksi tercatat cukup tinggi dengan maraknya aksi jual tersebut.
Akibat dalamnya koreksi, IHSG sempat menyentuh level terendahnya di 3.655,983. Raihan tertingginya hanya menyentuh level 3.734,372 pada saat pembukaan bursa.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 58.504 kali pada volume 2,42 miliar lembar saham senilai Rp 2,71 triliun. Sebanyak 32 saham naik, 184 saham turun dan 42 saham stagnan.
Beberapa bursa di Asia mulai mencetak penguatan setelah pagi tadi berjalan di teritori negatif. Meski demikian, masih ada beberapa yang menderita penurunan.
Berikut kondisi bursa-bursa regional di siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 38,66 poin (1,37%) ke level 2.862,86.
- Indeks Hang Seng naik 86,64 poin (0,36%) ke level 23.872,94.
- Indeks Nikkei 225 menguat tipis 4,14 poin (0,04%) ke level 10.533,90.
- Indeks Straits Times turun 12,43 poin (0,38%) ke level 3.267,27.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 1.000 ke Rp 22.000, Cahaya Kalbar (CEKA) naik Rp 150 ke Rp 1.100, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 150 ke Rp 13.050, dan Indospring (INDS) naik Rp 100 ke Rp 10.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 25.000 ke Rp 250.000, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.650 ke Rp 49.350, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 54.250, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 1.050 ke Rp 24.850.











































