Menurut Direktur Keuangan PTPP Tumiyana, dalam siaran persnya seperti dikutip detikFinance, Minggu (7/1/2011), portofolio di sektor infrastruktur mulai
ditingkatkan menjadi 60%, dari posisi terkini 41% dan pembangunan gedung mendominasi sebesar 59%. BUMN karya ini pun masih mengandalkan proyek pemerintah dengan porsi sebesar 52%, disusul BUMN sebesar 26%, dan sisanya swasta 22%.
"Walaupun persentase infrastruktur meningkat, nilai di gedung juga bertambah karena nilai keseluruhan meningkat," kata Tumiyana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Target revenue Rp 11 triliun di tahun ini kami rasa bukan hal yang sulit karena selain beberapa kontrak sudah di tangan juga didukung program pemerintah.
Kementerian Pekerjaan Umum anggaran tahun ini ditambah dari semula Rp 30 triliun menjadi Rp 52 triliun dan harus dihabiskan tahun ini. Ada pula pembangunan rel kereta api ganda ke Jawa Timur, power plant, pelabuhan, dan lainnya," ujar Tumiyana.
Sepanjang tahun 2011, perseroan mengincar beberapa proyek dari sektor BUMN infrastruktur. Proyek yang sudah diraih perusahaan plat merah ini salah satunya pembangunan pembangkit listrik di Jawa Barat dan Lampung senilai total Rp 2,1 triliun.
Ia menambahkan, perseroan akan memulai pengerjaan proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) pembangkit listrik tenaga panas bumi (geothermal) di Jawa Barat senilai total Rp 1,2 triliun. Pembangkit ini akan menghasilkan listrik 40 Megawatt (MW) diselesaikan dalam waktu tiga tahun dimulai pada tahun ini.
Proyek EPC pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Lampung Tengah dengan berkapasitas 2 x 7 MW akan dikerjakan dalam waktu 18 bulan dan rencananya akan dikembangkan menjadi 72 MW. Nilai proyek PLTU Lampung Tengah mencapai Rp 900 miliar.
BUMN karya ini mencatat potensi pertumbuhan sektor energi dalam empat tahun ke depan akan berkembang. Pasalnya, ini sesuai dengan program pemerintah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2010 – 2014 yang menargetkan peningkatan kapasitas pembangkit listrik 3000 MW per tahun serta peningkatan pemanfaatan Geothermal 7000 MW.
Tak hanya proyek EPC pembangkit listrik, perseroan juga mengincar beberapa proyek dari BUMN lain seperti Pelindo, Angkasa Pura, Bukit Asam, serta beberapa proyek EPC lanjutan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).
"Kita ingin meningkatkan market share proyek di BUMN tahun 2011 ini, sampai lebih dari 30%," tuturnya.
(wep/hen)











































