Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di awal pekan dengan suram. Dengan kekhawatiran inflasi yang tinggi, banyak investor melepas portfolio sahamnya sehingga indeks terpuruk poin 152 poin ke level 3.400.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) juga terkena imbas sentimen negatif ini sehingga ditutup melemah di Rp 9.045 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 9.020 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG langsung memerah, turun 22,311 poin (0,62%) ke level 3.605,142. Pelemahan ini semakin membawa indeks jatuh sangat dalam dan kembali ke level 3.500.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menutup perdagangan di awal pekan, Senin (10/1/2011), IHSG terpuruk 152,904 poin (4,22%) ke level 3.478,549. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 30,790 poin (4,79%) ke level 611,745.
Tingginya tingkat kekhawatiran investor terhadap besaran inflasi di bulan Januari 2011 ini membuat bursa saham tertekan. Banyak sekali sentimen negatif yang diperkirakan akan memicu besaran inflasi.
Faktor-faktor yang menjadi kekhawatiran investor sehingga diperkirakan akan mendorong laju inflasi diantaranya tingginya inflasi Desember 2010 dan tidak diimbangi dengan peningkatan BI Rate.
Selain itu terus menguatnya harga minyak dunia dan harga komoditas dan pemberlakuan kenaikan tarif dasar listrik (TDL) industri secara penuh oleh pemerintah juga menjadi sentimen negatif.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebelumnya mengatakan terjun bebasnya IHSG padaΒ hari ini karena masalah kekhawatiran pasar pada sentimen inflasi. Namun Agus meyakini kalau sentemen itu hanya sesaat karenaΒ secara mendasar inflasi inti (core inflation) Indonesia tak terlalu mengkhawatirkan.
"Saya belum dapat laporan, tapi dugaan terkait kekhawatiran inflasi sedangkan inflasi di Indonesia walaupn tinggi di 2010 6,96% tapi core inflation-nya belum lah setingi itu," kata Agus di JCC, Jakarta.
Sektor finansial menjadi industri yang menurun paling tajam akibat sentimen negatif tersebut, penurunannya bahkan sempat lebih dari 6%. Asing paling banyak melepas saham Bank Mandiri dan BRI.
Seluruh sektor industri di bursa mengalami tekanan jual masif. Rata-rata melemah hingga lebih dari 3%. Tak satupun sektor industri yang berhasil keluar dari teritori negatif sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.
Saking tajamnya koreksi, IHSG sempat menyentuh level terendah di 3.449,580, merosot lebih dari 180 poin. Indeks sama sekali tidak menyentuh zona hijau, posisi tertingginya hanya pada perdagangan preopening di level 3.631,267.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 141.785 kali pada volume 7,817 miliar lembar saham senilai Rp 8,629 triliun. Sebanyak 21 saham naik, 244 saham turun dan 38 saham stagnan.
Investor asing yang siang tadi tercatat sudah melakukan penjualan bersih (foreign nett sell) sebesar Rp 1,05 triliun, kini jumlahnya bertambah menjadi Rp 1,63 triliun.
Bursa-bursa di Asia juga masih tertekan di sore hari ini. Seluruh bergerak di zona merah dengan pelemahan yang cukup signifikan.
Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 46,42 poin (1,64%) ke level 2.792,38.Β Β Β
- Indeks Hang Seng turun 159,37 poin (0,67%) ke level 23.527,26.
- Indeks Straits Times melemah 29,54 poin (0,91%) ke level 3.231,81.Β Β Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 5.000 ke Rp 30.200, BFI Finance (BFIN) naik Rp 100 ke Rp 3.700, Bank Kesawan (BKSW) naik Rp 40 ke Rp 540, dan Mahaka Media (ABBA) naik Rp 30 ke Rp 315.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 3.250 ke Rp 35.800 United Tractor (UNTR) turun Rp 1.850 ke Rp 22.750, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.500 ke Rp 52.000, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.450 ke Rp 47.550.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga terkena imbas sentimen negatif sehingga ditutup melemah di Rp 9.045 per dolar AS dibandingkan penutupan akhir pekan lalu di Rp 9.020 per dolar AS .











































