Pada perdagangan Senin (10/1/2011), IHSG terpuruk 152,904 poin (4,22%) ke level 3.478,549. Sementara Indeks LQ 45 ambruk 30,790 poin (4,79%) ke level 611,745.
"IHSG kemarin benar-benar terkapar dimana melemah sepanjang sesi perdagangan. Pelemahan ini bahkan lebih dalam dibandingkan pelemahan dalam pada 30/10/10 sehingga membawa posisi IHSG mundur jauh ke belakang, tepatnya hampir menyamapi level pada akhir September 2010," jelas Reza Priyambada, Managing Research Investment Management Division PT. Asjaya Indosurya Securities.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Momentum pelemahan dapat digunakan untuk selective buying saham-saham berfundamental baik yang harganya telah terkoreksi," demikian rekomendasi dari Finan Corpindo Nusa.
Sementara tadi malam bursa Wall Street berhasil memperkecil kemerosotannya berkat prospek laporan keuangan emiten yang lebih baik. Ekspektasi itu mampu meredam kekhawatiran investor seputar krisis utang Portugal.
Pada perdagangan Senin (10/1/2011), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) melemah 37,31 poin (0,32%) ke level 11.637,45. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 1,75 poin (0,14%) ke level 1.269,75 dan Nasdaq menguat 4,63 poin (0,17%) ke level 2,707,80.
Bursa Jepang mengawali perdagangan Selasa ini dengan pelemahan setelah libur panjang. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 56,42 poin (0,54%) ke level 10.484,62.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Finan Corpindo Nusa:
Aksi jual di semua sektor terutama perbankan, aneka industri dan konstruksi menyebabkan IHSG terkoreksi tajam sebesar 4,2%. Keluarnya dana asing dari bursa dan profit taking memicu koreksi tersebut. Untuk Selasa IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support 3.410 dan resistance 3.580. Momentum pelemahan dapat digunakan untuk selective buying saham-saham berfundamental baik yang harganya telah terkoreksi.
eTrading Securities:
Dalam 3 hari perdagangan IHSG telah turun 305 poin atau 8% dikarenakan tekanan jual dari asing yang sebesar 3.3 trilliun rupiah. Tekanan ini bukan hanya pada equity market namun juga pada SUN, yang membuat rupiah juga melemah. Aksi jual asing diperkirakan karena ketakutan mereka terhadap ekspektasi inflasi yang akan mendorong kenaikan BI rate atau kenaikan GWM yang akan memukul bank dan sektor usaha. Namun melihat fundamental Indonesia yang baik membuat kami masih bersikap optimis akan penurunan ini. Oleh karena itu akumulasi beli mulai dapat dilakukan oleh para investor. Kami perkirakan besok IHSG berada pada kisaran 3,410 – 3,536 dengan saham – saham yang perlu diperhatikan ASII, PTBA dan BBCA.
Kresna Sekuritas:
Tekanan jual kembali mendorong IHSG sehingga gagal bertahan di 3,530 sehingga berpotensi melanjutkan koreksi dari pola double top. IHSG diperkirakan bergerak diksaran 3,380-3,530 dengan TLKM dan MEDC sebagai saham pilihan.
Panin Sekuritas:
Kemarin indeks kembali anjlok. Sentimen negatif dari ancaman tingginya inflasi yang dikhawatirkan dapat mendorong naiknya suku bunga memicu aksi jual terhadap saham bluechip. Sementara hari ini kami perkirakan indeks masih akan berada dalam tekanan meski mulai terbatas. Saham berbasis komoditas dan konsumer masih menjadi pilihan disaat tekanan muncul terhadap saham sensitif bunga. Kisaran support-resistance 3.433-3.511.
Indosurya Securities:
Pada perdagangan Selasa (11/1), diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.338-3.408 dan resistance 3.509-3.701. Candle membentuk three black crows pada tren yang sedang menurun. Pada candle ini umumnya mengindikasikan masih kuatnya tekanan daya jual untuk menekan harga dan upaya daya beli untuk menaikkan harga tertutupi.
MACD terlihat membentuk dead cross dengan histrogram mulai negatif. RSI, William's %R dan stochastic masih meninggalkan area overbought. Kemungkinan IHSG masih akan bergerak melemah hingga area oversold tersentuh kecuali bila candle membentuk doji star yang mengindikasikan mulai adanya reversal. Penurunan ini bisa dimanfatkan untuk mulai mencicil akumulasi saham agar ketika rebound tidak tertinggal momentumnya.
(qom/qom)











































