Pefindo Beri Peringkat Obligasi Senilai Rp 35 Triliun di 2010

Pefindo Beri Peringkat Obligasi Senilai Rp 35 Triliun di 2010

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2011 11:16 WIB
Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberi peringkat terhadap sejumlah perusahaan yang menerbitkan surat utang senilai Rp 35,34 triliun atau setara dengan 82,88% dari total penerbitan utang sepanjang tahun 2010, Rp 43,1 triliun. Hasil pemeringkatan didistribukasikan dalam rentan idAAA sampai idBBB.

Demikian disampaikan manajeman Pefindo dalam rilis yang disampaikan, seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Selasa (11/1/2011).

"Dampak pemulihan ekonomi dan penguatan kondisi pasar modal global dan nasional serta kebijakan pemerintah untuk mempertahankan kebijakan tingkat bunga rendah selama 2010. Hal itu memberikan dampak positif untuk penerbitan obligasi," jelas manajeman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 45 perusahaan telah menerbitkan surat utang. Nilainya mencapai Rp 43,1 triliun. Dalam hasil peringkat Pefindo, sebanyak 3 perusahaan berada di level idAAA dengan nilai Rp 6,69 triliun. Kemudian disusul peringkat idAA+, 3 perusahaan senilai Rp 5,8 triliun. Peringkat idAA juga dengan 3 perusahaan, namun nilainya jatuh lebih tinggi, yakni Rp 6,5 triliun.

Juga ada 11 perusahaan mendapatkan peringkat idAA- senilai Rp 12,87 triliun, dan 2 perusahaan mendapatkan peringkat idA+ senilai Rp 502 miliar, serta 5 perusahaan sepanjang tahun 2010 mendapatkan peringkat idA. Nilainya mencapai Rp 1,75 triliun.

Sisanya, 3 perusahaan berperingkat idA- senilai Rp 1,05 triliun, 1 perusahaan mendapat peringkat idBBB+ senilai Rp 10 miliar, serta akhirnya 3 perusahaan mendapat ranking id BB senilai Rp240 miliar.

Selain penerbitan surat utang, pemberian peringkat juga dilakukan pada tingkat korporasi. Sepanjang tahun 2010, ada 18 perusahaan telah menggunakan jasa Pefindo. Perusahaan asuransi tercatat paling banyak yang diberi ranking, yakni 6 perseroan. Juga ada 5 perusahaan lembaga keuangan, 3 perusahaan perkebunan, 2 perusahaan konstruksi, dan lain-lain 2 perusahaan.

Tahun ini, Pefindo akan terus meningkatkan kualitas pemeringkatan obligasi, pemeringkatan atas perusahaan, reksa dana, atau instrumen sekuritisasi serta jasa evaluasi saham. "Salah satu hal yang menjadi prioritas utama adalah proses seleksi yang lebih ketat, dalam penerimaan tenaga-tenaga analis yang berkualitas," paparnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads