Demikian disampaikan manajeman Pefindo dalam rilis yang disampaikan, seperti dikutip detikFinance di Jakarta, Selasa (11/1/2011).
"Dampak pemulihan ekonomi dan penguatan kondisi pasar modal global dan nasional serta kebijakan pemerintah untuk mempertahankan kebijakan tingkat bunga rendah selama 2010. Hal itu memberikan dampak positif untuk penerbitan obligasi," jelas manajeman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juga ada 11 perusahaan mendapatkan peringkat idAA- senilai Rp 12,87 triliun, dan 2 perusahaan mendapatkan peringkat idA+ senilai Rp 502 miliar, serta 5 perusahaan sepanjang tahun 2010 mendapatkan peringkat idA. Nilainya mencapai Rp 1,75 triliun.
Sisanya, 3 perusahaan berperingkat idA- senilai Rp 1,05 triliun, 1 perusahaan mendapat peringkat idBBB+ senilai Rp 10 miliar, serta akhirnya 3 perusahaan mendapat ranking id BB senilai Rp240 miliar.
Selain penerbitan surat utang, pemberian peringkat juga dilakukan pada tingkat korporasi. Sepanjang tahun 2010, ada 18 perusahaan telah menggunakan jasa Pefindo. Perusahaan asuransi tercatat paling banyak yang diberi ranking, yakni 6 perseroan. Juga ada 5 perusahaan lembaga keuangan, 3 perusahaan perkebunan, 2 perusahaan konstruksi, dan lain-lain 2 perusahaan.
Tahun ini, Pefindo akan terus meningkatkan kualitas pemeringkatan obligasi, pemeringkatan atas perusahaan, reksa dana, atau instrumen sekuritisasi serta jasa evaluasi saham. "Salah satu hal yang menjadi prioritas utama adalah proses seleksi yang lebih ketat, dalam penerimaan tenaga-tenaga analis yang berkualitas," paparnya.
(wep/ang)











































