PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengakui opsi penjualan anak usahanya di bidang ritel yakni Hypermart masih berlanjut. Namun kali ini kajian penjualan Hypermart berlangsung di tingkat pemegang saham yakni PT Multipolar Tbk (MLPL).
Demikian disampaikan oleh Direktur Corporate Communication MPPA Danny Kojongian kepada detikFinance, Selasa (11/1/2011).
"Untuk kelanjutan proses dari potential investor nantinya akan berlangsung di tingkat pemegang saham MPPA yaitu MLPL," jelas Danny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merrill Lynch beranggapan, dalam memaksimalkan nilai pemegang saham MPPA, perseroan sebaiknya mengajak mitra global dalam rangka ekspansi bisnis hipermarket dan divestasi aset non-makanan, atau non-inti lainnya.
Sampai saat ini, peritel asing asal Korea Lotte juga sudah menyiapkan US$ 1 miliar atau Rp 9 triliun untuk mengambil alih Hypermart. Namun ini akan ditentukan oleh pemegang saham pengendali MPPA yakni Multipolar.
Hypermart merupakan anak perusahaan dari MPPA dan telah berdiri pada tahun 2004. Grup bisnis Hypermarket saat ini memiliki 52 outlet secaraΒ dengan total pendapatan Rp 8,9 triliun atau setara US$ 1 miliar dan proyeksi pertumbuhan 22% di tahun 2010.
Β
Hypermart terus berkembang pesat dan meningkatkan skala bisnis hipermarket di Indonesia, memanfaatkan bisnis FMCG yang besar. Hypermart menargetkan untuk membuka setidaknya 13 toko pada tahun 2011 serta total 80 toko baru dalam 5 tahun ke depan.
(dnl/ang)











































