Mengawali perdagangan Selasa (11/1/2011), Dhaka Stock Exchange general index (DGEN) dibuka langsung menguat hingga 996 poin (15,33%). Pada perdagangan Senin (10/1/2011) kemarin, DGEN dibuka langsung anjlok 9,25% hanya kurang dari 1 jam perdagangan, sehingga otoritas pasar modal Dhaka langsung menghentikan sementara perdagangan saham.
Anjloknya bursa saham Dhaka itu langsung memicu kemarahan investor. Mereka turun kejalan-jalan dan melempari polisi huru-hara yang datang untuk mengamankan situasi. Mereka menyalahkan pemerintah atas kejatuhan pasar modal. Namun hari ini, bursa pulih berkat intervensi pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun kebijakan intervensi ke pasar modal itu dinilai tidak positif untuk perkembangan pasar modal.
"Langkah itu tidak baik untuk pasar dan pertanyaannya adalah seberapa besar gain kali ini akan bertahan," tambahnya.
Beberapa analis mengatakan, kejatuhan DGEN pada SEnin kemarin sebagian disebabkan oleh keputusan Bank Sentral Bangladesh yang menaikkan Giro Wajib Minimum sebesar 50 basis poin pada bulan lalu, memperketat suplai uang dalam rangka meredam inflasi.
Juru bicara Bank Sentral Bangladesh, M Asaduzzaman mengatakan, otoritas memperlunak kebijakannya pada Senin petang dan mendesak bank-bank BUMN dan swasta untuk membeli saham-saham gunga mengatasi krisis pasar saham.
Selama tahun 2010, DGEN tercatat melonjak hingga 80% namun kemudian mengalami kemerosotan berturut-turut dalam 3 pekan terakhir, yang digambarkan analis sebagai koreksi yang lebih banyak dibutuhkan.
DGEN mencatat rekor tertinggi di 8.918,51 pada 5 Desember 2010. Namun sejak itu, indeks saham terus merosot hingga 27,4% dan sebagian analis menyebutnya sebagai koreksi yang tidak penting. Dan anjloknya DGEN hingga 9,25% pada Senin kemarin dinilai sebagai penurunan terbesar dalam 55 tahun sejarah Bursa Efek Dhaka. (qom/dnl)











































