Asing Kembali Lepas Rp 1,3 Triliun, IHSG Gagal Rebound

Asing Kembali Lepas Rp 1,3 Triliun, IHSG Gagal Rebound

- detikFinance
Selasa, 11 Jan 2011 16:08 WIB
Asing Kembali Lepas Rp 1,3 Triliun, IHSG Gagal Rebound
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mencetak rebound, padahal siang tadi sempat menguat hingga 70 poin. Investor asing kembali melepas saham lebih dari Rp 1 triliun sehingga indeks jatuh lagi 23 poin.Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.065 per dolar AS dibandingkan kemarin di posisi Rp 9.055 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG naik tipis 11,027 poin (0,31%) ke level 3.489,576. Indeks mulai menunjukkan tekadnya untuk menanjak ke zona hijau. Setelah kemarin terpuruk tajam, indeks bisa mencetak penguatan tipis.

Pada penutupan perdagangan Sesi I, IHSG naik tipis 10,052 poin (0,28%) ke level 3.488,601. Laju IHSG menuju penguatan tinggi sedikit tertahan. Pasalnya, investor asing masih melepas saham senilai lebih dari Rp 600 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menutup perdagangan, Selasa (11/1/2011), IHSG turun 23,422 poin (0,68%) ke level 3.455,127. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,376 poin (1,04%) ke level 605,369.

Kekhawatiran akan tingginya inflasi di bulan Januari ini masih membayangi investor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Tidak adanya rencana maupun langkah nyata pemerintah untuk meredam laju inflasi membuat penanam modal ragu berinvestasi.

Indeks yang sudah berhasil menguat di awal perdagangan akhirnya terpaksa ditutup di zona merah. Padahal, indeks sempat menguat lebih dari 70 poin siang tadi.

Posisi tertinggi yang bisa diraih IHSG pada perdagangan kali ini di level 3.550,361. Setelah itu, indeks mulai turun secara perlahan, sampai pada posisi terendahnya di level 3.442,882.

Investor lokal mulai panik ketika memantau penanam modal asing melepas saham. Hasilnya, aksi jual kembali marak terjadi di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mayoritas sektor industri kini berbalik arah, dari semula menguat kini melemah. Satu-satunya yang menjadi penopang kejatuhan bursa hanyalah sektor industri perdagangan.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 124.206 kali pada volume 4,362 miliar lembar saham senilai Rp 7,235 triliun. Sebanyak 65 saham naik, 154 saham turun dan 79 saham stagnan.

Transaksi investor asing tidak menggembirakan sama sekali. Sama seperti perdagangan kemarin, pemodal asing masih melakukan penjualan bersih (foreign nett sell), kali ini sebesar Rp 1,344 triliun.

Beberapa bursa di Asia mulai balik arah dan mencetak rebound di sore hari ini. Sementara bursa Jepang masih mengalami koreksi tipis.

Berikut kondisi bursa-bursa regional di sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai naik 13,03 poin (0,47%) ke level 2.805,40.Β Β Β 
  • Indeks Hang Seng menguat 233,08 poin (0,99%) ke level 23.760,34.Β Β Β 
  • Indeks Nikkei 225 melemah tipis 30,36 poin (0,29%) ke level 10.510,68.Β Β Β 
  • Indeks Straits Times naik tipis 12,22 poin (0,38%) ke level 3.241,49.Β Β Β 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 6.000 ke Rp 36.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.200 ke Rp 37.000, Semen Gresik (SMGR) naik Rp 250 ke Rp 8.850, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 200 ke Rp 52.200.Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam katagori top losers antara lain Scherign Plough (SCPI) turun Rp 8.500 ke Rp 34.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 850 ke Rp 21.900, Asra Agro Lestari (AALI) turun Rp 650 ke Rp 23.850, dan Bank Tabungan Pensiunan (BTPN) turun Rp 550 ke Rp 13.150.Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah di posisi Rp 9.065 per dolar AS dibandingkan kemarin di posisi Rp 9.055 per dolar AS. Rupiah sempat melemah ke posisi terendahnya di Rp 9.090 per dolar AS. (ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads