"Kita ingin tambah porsi saham diatas 50%. Nanti kita lakukan due dilligence," jelas Direktur Utama BJBR Agus Ruswendi di Hotel Pasific Place, SCBD Jakarta, Selasa (11/1/2011).
Saat ini porsi kepemilikan saham perseroan di 50 BPR tersebut hanya 15%. Porsi tersebut akan ditingkatkan menjadi lebih dari 50% kepemilikan saham, dan secara otomatis BJBR akan jadi pemegang saham pengendali.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain tengah melakukan penjajakan, perseroan juga masih menunggu peraturan daerah dan persetujuan pemerintah kabupater Jawa Barat. Dana yang disiapkan mencapai Rp 240-300 miliar, dan berasal dari kas internal.
Dengan langkah pengambilalihan ini, dipercaya akan memperkuat penyaluran kredit khususnya pada segmen mikro dan UKM. Di sisi lain, akusisi juga bisa kembali menyehatkan posisi perbankan di daerah. Manajeman BJBR juga akan ditempatkan pada masing-masing BPR yang akan diakuisisi.
Hingga akhir tahun lalu, penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) BJBR mencapai Rp 750 miliar. Segmen perdagangan mendominasi kredit KUR sepanjang 2010.
Manajeman BJBR pun berharap, penyaluran KUR bisa ditingkatkan hingga Rp 1 triliun di 2011. Tentu ini atas dukungan berbagai pihak, termasuk BPR di wilayah Jawa Barat.
"Kalau mendapat kepercayaan, kita ingin salurkan Rp 1 triliun. KUR itu kan beda dengan mikro. KUR itu yang visibel tapi tidak bankable," tutur Agus.
(wep/ang)










































