Wall Street Terangkat Harga Minyak

Wall Street Terangkat Harga Minyak

- detikFinance
Rabu, 12 Jan 2011 07:30 WIB
Wall Street Terangkat Harga Minyak
Jakarta - Lonjakan harga minyak mentah dunia langsung menopang kenaikan saham-saham energi. Indeks Dow Jones dan S&P pun akhirnya bisa mengakhiri pelemahan yang sudah terjadi 3 hari berturut-turut.

Pada perdagangan Selasa (11/1/2011), indeks Dow Jones industrial average menguat 34,43 poin (0,30%) ke level 11.671,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 4,73 poin (0,37%) ke level 1.274,48 dan Nasdaq menguat 9,03 poin (0,33%) ke level 2.716,83.

Indeks sektor energi S&P tercatat naik 1,2% menyusul lonjakan harga minyak mentah. Namun saham konsumer dan transportasi melemah karena kekhawatiran tingginya biaya bahan bakar akibat melonjaknya harga minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada perasaan besar kita akan menuju harga US$ 100 per barel dengan sangat cepat," ujar Shawn Hackett, presiden Hackett Advisors seperti dikutip dari Reuters, Rabu (12/1/2011).

Ia mengatakan, sektor perminyakan jelas sedang menghadapi bullish, namun minyak di atas US$ 90 oer barel dapat menggerus pendapatan negara-negara dan dapat mengganggu permintaan.

Seperti diketahui, harga minyak mentah dunia kembali melonjak karena investor dibuat khawatir oleh masalah pasokan akibat adanya penutupan jaringan pipa Trans Alaska.

Pada perdagangan Selasa (11/1/2011), minyak light sweet melonjak 1,86 dolar ke level US$ 91,11 per barel. Di London, minyak Brent juga melonjak 1,91 dolar menjadi US$ 97,61 per barel yang merupakan level tertinggi sejak 1 Oktober 2011.

Saham Alcoa Inc turun 1% setelah kemarin mengumumkan pendapatannya melebihi ekspektasi Wall Street. Sementara saham Lennar Corp melonjak 7,4% setelah melaporkan pendapatannya yang lebih tinggi dari ekspektasi. Indeks sektor perumahan tercatat bisa menguat hingga 1,7%.

Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange sebanyak 7,2 miliar lembar saham, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 8,47 miliar lembar saham.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads