Menutup perdagangan, Selasa (11/1/2011), IHSG turun 23,422 poin (0,68%) ke level 3.455,127. Sementara Indeks LQ 45 melemah 6,376 poin (1,04%) ke level 605,369.
Setelah terus menerus mengalami pelemahan, IHSG diprediksi akan mulai menguat meski perlahan-lahan. Investor akan memanfaatkan momentum kenaikan harga minyak dan penguatan bursa global untuk melakukan aksi beli selektif. Pada perdagangan Rabu (12/1/2011), IHSG diprediksi akan bergerak menguat tipis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa (11/1/2011), indeks Dow Jones industrial average menguat 34,43 poin (0,30%) ke level 11.671,88. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 4,73 poin (0,37%) ke level 1.274,48 dan Nasdaq menguat 9,03 poin (0,33%) ke level 2.716,83.
Bursa Jepang juga langsung menguat di awal perdagangan Rabu. Indeks Nikkei-225 dibuka naik 51,60 poin (0,49%) ke level 10.562,28.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities:
Setelah sempat mengalami rebound pada sesi I, IHSG akhirnya mengalami tekanan jual dimana asing masih membukukan net sell sebesar 1.3 Trilliun rupiah. Secara teknical penurunan IHSG sudah terbatas (level resistance) dengan perkiraan IHSG untuk besok dikisaran 3400-3530. Saham-saham yang perlu diperhatikan a.l. BDMN, BBRI dan LSIP.
Panin Sekuritas:
Indeks kemarin bergerak sangat volatile, setelah menguat signifikan indeks akhirnya ditutup melemah menyusul aksi jual dari investor asing. Kekhawatiran akan inflasi masih membayangi pergerakan indeks. Hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak volatile dengan proyeksi kisaran support-resistance 3.402-3.495.
Kresna Sekuritas:
IHSG mencoba menguat namun tekanan jual asing masih membuat IHSG kembali melemah. Level 3,530 masih menjadi level kunci bagi pergerakan IHSG. Penetrasi level tersebut membuka peluang untuk kembali menguat bagi IHSG, namun untuk hari ini IHSG diperkirakan masih berkonsolidasi di kisaran 3,400-3,550 dengan BBRI dan TLKM sebagai saham pilihan.
Finan Corpindo Nusa:
Aksi jual asing senilai Rp 1,3 triliun akhirnya menyebabkan IHSG kembali terkoreksi meskipun di sesi pertama perdagangan IHSG sempat menguat sebesar 70 poin. Profit taking tersebut terjadi mengingat selama tahun 2010 IHSG telah membukukan kenaikan sebesar 46% tanpa adanya koreksi yang berarti. Untuk Rabu IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support 3.410 dan resistance 3.525 dan akan mencoba untuk rebound.
(qom/qom)











































