Maskapai pelat merah itu ternyata hingga Selasa (11/1/2011) belum mendapat pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Pernyataan efektif baru dikeluarkan Bapepam-LK pada Rabu (12/1/2011) pagi.
Imbas dari menunggu pernyataan efektif itu, pelaksanaan paparan publik Garuda terpaksa mundur hingga pukul 16.00 WIB, dari rencana semula di pukul 12.00. BUMN Aviasi ini beralasan, mundurnya jadwal karena masih adanya dokumen administratif yang harus disiapkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, dokumen pernyataan pra efektif belum diterima Garuda sampai kemarin, Selasa (11/1/2011). Perkiraan izin pra efektif baru dikantongi BUMN penerbangan pada pagi ini.
"Harusnya pagi ini, saya enggak tahu persis. Nanti saya cek," paparnya.
Izin pra efektif memang telah keluar dari Bapepam-LK pagi ini, seperti diungkap oleh Kepala Biro PKP Sektor Jasa, Noorahman. "Iya. Keluarnya pagi ini, bukan kemarin," tutur Noorahman kepada detikFinance melalui sambungan telepon.
Lazimnya, sebelum calon emiten melakukan paparan ke investor dan investor, ada prospektus ringkas yang tersaji di media massa. Namun hingga pagi ini, tidak terlihat prospektus tersebut.
Pujobroto menyatakan, prospektus ringkas tetap akan terpublikasi hari ini. "Tetap akan ada, mungkin di koran sore," tegasnya.
Kabar yang berkembang, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, selaku bos BUMN melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara tiba-tiba pada pukul 11 siang terkait IPO Garuda ini. Namun belum jelas, apa pembicaraan diantara keduanya, namun kabarnya berkaitan dengan harga IPO Garuda.
Mustafa Abubakar yang ditanya apakah membicarakan soal harga IPO Garuda, membantahnya. Menurut Mustafa, pembicaraan dengan Presiden SBY hanya seputar kinerja BUMN di tahun 2011.
Garuda Indonesia memang berencana mencatatkan saham perdana di bursa Indonesia pada 11 Februari 2011. Jadwal roadshow juga telah diagendakan mulai 17-28 Januari 2011 ini, dengan target negara Singapura dan Hongkong.
Agus Marto Ingin Porsi Saham Investor Lokal Ditambah
Secara terpisah, Menteri Keuangan Agus Martowardojo harapkan porsi saham domestik PT Garuda diperbesar. Agus juga meminta roadshow PT Garuda Indonesia bisa dilakukan berkali-kali guna memberikan gambaran secara jelas kepada calon investor terkait segala hal mengenai perusahaan penerbangan pelat merah tersebut.
“Saya harapkan roadshow dapat dilakukan dengan baik, kalau perlu dilakukan berulang-berulang untuk menjelaskan kepada calon investor supaya mereka betul-betul memahami Garuda termasuk prospeknya, karena Garuda mempunyai banyak potensi tapi juga sebagai industri penerbangan di dunia juga ada tantangan untuk bekerja secara efisien," ujar Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (12/1/2011).
Mengenai harga dan alokasi, Agus marto menyerahkannya kepada para underwriter. Namun, dia yakin banyak masyarakat lokal yang berminat untuk membeli saham Garuda. Untuk itu, dia harapkan porsi kepemilikan saham domestik perusahaan ini bisa diperbanyak.
“Saya mengenai alokasi asing dan domestik saya memang serahkan pada hasil kajian yang dilakukan ahlinya yaitu perusahan-perusahaan sekuritas itu. Tapi kalau nanti sudah diberikan masukan oleh ahlinya sesuai dengan hasil roadshow, kalau bisa di domestik memang diberikan porsi yang cukup,” tegasnya.
Begitu pun dengan rencana alokasi dari hasil penjualan saham Garuda, Agus Marto menyerahkannya pada rencana kerja yang telah dibuat perusahaan tersebut.
“Soal dananya itu nanti dipakai untuk apa, saya serahkan sesuai dengan prospektus. Di prospektus ada penjelasan dananya mau dipakai untuk apa. Untuk perkembangan maupun bayar utang, tapi kami serahkan pada Garuda,” jawabnya.
Agus Marto yakin isu-isu tidak enak seperti pada IPO Krakatau Steel tidak kembali terulang. Pasalnya, selagi good governance bisa terjaga dengan baik, maka semua isu tersebut dapat teredam.
“Semua pihak akan jaga. Saya yakin pada saat KS pun good governace terjaga loh. Jadi ini harus lebih baik lagi,” tandasnya.
(ang/qom)











































