Pemerintah bakal melepas saham IPO PT Garuda Indonesia di kisaran Rp 750-1.100 per lembar. Harga ini sudah berdasarkan persetujuan pemerintah sebagai pemegang saham dengan penjamin emisi (underwritter).
Demikian disampaikan oleh Menteri BUMN Mustafa Abubakar di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (12/1/2011).
"Harga berada dalam rentang Rp 750-1.100. Itu sudah hasil pembahasan mendalam dari berbagai aspek, itu hasil yang didapat," ujar Mustafa
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indikasi penawaran belum ada tapi dari tes awal minatnya bagus. Semakin banyak domestik yang masuk, semakin bagus," ujar Mustafa. Dia berharap posri investor domestik dalam penjatahan IPO mencapai 70-80%.
Jumlah saham IPO Garuda 9.362.429.500 lembar. Diambil dari seri B 7.426.691.500 saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dgn nilai nominal Rp 500. Kedua, 1.935.738.000 lembar diambil dari saham seri B milik Bank Mandiri. Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 36,48% dari total modal ditempatkan dan disetor
Target dana yang bisa diperoleh dari penjualan 36,48% saham ke publik itu sekitar berkisar Rp 4-5 triliun. Niat maskapai pelat merah itu melantai di bursa akan dilaksanakan pada 11 Februari 2011. BUMN Aviasi ini juga siap menggelar roadshow pada 17-28 Januari 2011.
Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities
(ang/qom)











































