Jual Saham ke Publik, Pelayanan Garuda Diharap Makin Baik

Jual Saham ke Publik, Pelayanan Garuda Diharap Makin Baik

- detikFinance
Rabu, 12 Jan 2011 19:15 WIB
Jakarta - Menteri Perhubungan Freddy Numberi berharap hasil IPO PT Garuda Indonesia bisa digunakan untuk membeli tambahan armada pesawat sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan pelayanan kepada konsumen.

"Mudah-mudahan lebih baik di pelayanan. Dia kan dalam proses pengadaan pesawat. Mudah-mudahan tambahan armada mereka bisa tingkatkan pelayanan," saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (12/1/2011).

Hal senada juga disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Menurutnya, dengan melantai di bursa, Garuda dapat meningkatkan kinerja dengan menambah armada sehingga frekuensi penerbangan bisa ditambah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira Garuda kita kan inflight carrier yang bawa bendera bangsa sementara tiap tahun makin baik, restrukturisasi utang melelahkan dengan Eropa, dia juga tambah pesawat baru. Armada bisa semakin banyak. daerah yang diterbangi semakin banyak dan frekuensi makin tinggi," ujarnya.

Selain itu, Hatta mengharapkan IPO Garuda dapat meningkatkan kemampuan keuangan.

"Saatnya Garuda meningkatkan tidak hanya kemampuan operasional juga kemampuan sisi keuangan. Kalau pemerintah injeksi terus tidak mungkin, bagusnya mereka cari skema baru untuk dpat uang. Kalau IPO, esensinya harus beri kesempatan masyarakat miliki saham dan Garuda menggunakan untuk perbanyak saham, semakin banyak masyarakat yang miliki semakin baik. Dengan IPO, banyak orang kontrol sehingga standar perusahaan meningkat, transparansi juga naik karena harus beri laporan terbuka," jelasnya.

Sedangkan mengenai harga, Hatta dan Fredy mengaku tidak ikut campur.

"soal harga saya nggak ikut campur itu betul-betul ada yang membicarakan," tegas Hatta.

Seperti diketahui, pemerintah bakal melepas saham IPO PT Garuda Indonesia di kisaran Rp 750-1.100 per lembar. Jumlah saham IPO Garuda 9.362.429.500 lembar. Diambil dari seri B 7.426.691.500 saham baru dan dikeluarkan dari portepel perseroan, dgn nilai nominal Rp 500. Kedua, 1.935.738.000 lembar diambil dari saham seri B milik Bank Mandiri. Jumlah saham yang ditawarkan setara dengan 36,48% dari total modal ditempatkan dan disetor

Target dana yang bisa diperoleh dari penjualan 36,48% saham ke publik itu sekitar berkisar Rp 4-5 triliun. Niat maskapai pelat merah itu melantai di bursa akan dilaksanakan pada 11 Februari 2011. BUMN Aviasi ini juga siap menggelar roadshow pada 17-28 Januari 2011. Bertindak sebagai penjamin emisi adalah PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Bahana Securities.

(nia/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads