PT Multipolar Tbk (MLPL) telah menerima tawaran peritel asing untuk membeli Hypermart yang merupakan unit usaha PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA).
Direktur MLPL Harijono Suwarno mengatakan, Merrill Lynch sebagai penasihat keuangan Matahari terdahulu telah menyelesaikan kajian terhadap bisnis MPPA dan memberikan rekomendasi utnuk bekerjasama dengan peritel global strategis guna memperkuat pengoperasian bisnis Hypermart.
Peritel global memiliki optimisme dan keyakinan yang besar dalam sektor usaha ritel Indonesia, khususnya Hypermarket dan Matahari diyakini memiliki infrastruktur yang handal dan berpotensi untuk mengembangkan Hypermart untuk lebih besar lagi.
"Kami menyambut baik adanya ketertarikan untuk menggalang kerjasama kemitraan strategis dalam membangun, memperkuat dan mengembangkan usaha ritel di MPPA. Hal ini menunjukkan kepercayaan mereka terhadap iklim usaha di Indonesia yang kondusif," ujarnya dalam keterbukaan informasi di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (14/1/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Merrill Lynch beranggapan, dalam memaksimalkan nilai pemegang saham MPPA, perseroan sebaiknya mengajak mitra global dalam rangka ekspansi bisnis hipermarket dan divestasi aset non-makanan, atau non-inti lainnya.
Sampai saat ini, peritel asing asal Korea Lotte juga sudah menyiapkan US$ 1 miliar atau Rp 9 triliun untuk mengambil alih Hypermart. Namun ini akan ditentukan oleh pemegang saham pengendali MPPA yakni Multipolar.
Hypermart merupakan anak perusahaan dari MPPA dan telah berdiri pada tahun 2004. Grup bisnis Hypermarket saat ini memiliki 52 outlet secara dengan total pendapatan Rp 8,9 triliun atau setara US$ 1 miliar dan proyeksi pertumbuhan 22% di tahun 2010.
Hypermart terus berkembang pesat dan meningkatkan skala bisnis hipermarket di Indonesia. Hypermart menargetkan untuk membuka setidaknya 13 toko pada tahun 2011 serta total 80 toko baru dalam 5 tahun ke depan. (ang/dnl)











































